Fasilitas Dermaga Terbatas, Layanan Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak Berpotensi Terhambat

Fasilitas Dermaga Terbatas, Layanan Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak Berpotensi Terhambat

Nasional | sindonews | Minggu, 15 Maret 2026 - 12:09
share

Keterbatasan jumlah dermaga di Pelabuhan Merak, Banten dinilai menjadi penghambat arus penyeberangan di musim arus mudik Lebaran 2026. Meski jumlah kapal yang tersedia terus bertambah, sebagian besar justru tidak dapat dioperasikan karena minimnya dermaga yang menjadi fasilitas sandar.

Anggota Komisi VII DPR Bambang Haryo Soekartono meminta pemerintah segera menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak guna mengatasi keterbatasan kapasitas angkut pelayanan penyeberangan.

Baca juga: H-8 Lebaran, Jumlah Pemudik dari Jawa ke Sumatera Terus Meningkat

Menurut dia, saat ini dari 72 kapal yang disiapkan untuk melayani lintasan Merak–Bakauheni, hanya 28 kapal yang dapat beroperasi secara optimal karena keterbatasan dermaga.

“Situasi ini sudah berlarut-larut bertahun tahun yang menyebabkan kemacetan parah di lintasan Merak Bakauheuni pada saat musim libur Lebaran dan tahun baru. Sangat ironis, satu dermaga hanya bisa melayani sekitar empat kapal. Artinya ada sekitar 44 kapal atau 60 lebih kapal tidak dapat dioperasikan,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).

Ketua Dewan Pembina Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyebut, kondisi tersebut dinilai menjadi masalah serius, dan masyarakat selalu dikorbankan akibat kebijakan pemerintah yang tidak segera menyelesaikan permasalahan dengan melakukan pembangunan dermaga baru.

Baca juga: Cek Kesiapan Arus Mudik Pelabuhan Merak, Kapolri, Panglima TNI, hingga Menko PMK Patroli Naik Heli

Apalagi dengan adanya kelancaran jalan tol yang mengakibatkan kelancaran dan tentu peningkatan jumlah kendaraan baik logistik maupun penumpang yang menuju ke penyebrangan Merak Bakauheni.

“Pada saat peak season masyarakat membutuhkan angkutan, tetapi kapal tidak bisa dioperasikan karena keterbatasan dermaga,” katanya.

Pria yang akrab disapa BHS ini menegaskan solusi paling mendesak adalah menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak. Dari yang saat ini berjumlah tujuh dermaga, pemerintah diminta segera menambah setidaknya tiga dermaga baru dalam waktu dekat.

Penambahan tersebut membuat kapasitas sandar kapal dapat meningkat signifikan. Tiga dermaga tambahan diperkirakan mampu menampung sekitar 12 kapal tambahan untuk beroperasi secara bersamaan.

“Kalau ditambah tiga dermaga, kita bisa menampung sekitar 12 kapal tambahan. Itu sudah sama dengan bertambah sekitar 50 dari total kapasitas angkut, sehingga antrean kendaraan yang akan menggunakan kapal penyeberangan akan jauh lebih lancar,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan kebutuhan angkutan penyeberangan saat ini terus meningkat di lintasan Merak Bakauheni terutama untuk transportasi logistik, transportasi publik dan penumpang. Transportasi logistik di lintasan tersebut naik setiap tahunnya mencapai 10-12 per tahun.

Menurut dia, jika penambahan infrastruktur tidak segera dilakukan, maka dalam beberapa tahun ke depan kapasitas angkutan penyebrangan di Merak Bakauheni dikhawatirkan tidak lagi mampu menampung lonjakan kendaraan maupun distribusi logistik di lintasan tersebut.

“Dan bila kongesti ini terjadi kemacetan akan meresahkan publik dan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional,” tandasnya.

Topik Menarik