Gratis! 4.181 Warga Jateng Kembali ke Perantauan Naik 84 Bus Disiapkan Pemprov
SEMARANG, iNews.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar program Balik Rantau Gratis 2026 dengan kuota ribuan peserta. Sebanyak 4.181 warga difasilitasi untuk kembali ke perantauan menggunakan 84 armada bus, Sabtu (28/3/2026).
Program ini menjadi salah satu upaya Pemprov Jateng untuk menekan angka kecelakaan sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
Kepala Dinas Perhubungan Jateng Arief Djatmiko, mengatakan program ini menyasar masyarakat pekerja informal.
“Program ini bertujuan menurunkan risiko kecelakaan di jalan, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat pekerja informal, seperti asisten rumah tangga, buruh, hingga pedagang kecil agar bisa kembali ke perantauan dengan aman, nyaman, dan tanpa beban biaya tinggi,” ujarnya dikutip dari iNews Semarang, Sabtu (28/3/2026).
Sebanyak 84 armada bus disiapkan dengan kapasitas total 4.181 penumpang. Rinciannya, 76 bus diberangkatkan menuju Jakarta, tepatnya Terminal Terpadu Pulo Gebang, sementara 8 bus lainnya menuju Bandung. Seluruh armada dijadwalkan berangkat serentak dari berbagai titik di Jawa Tengah pada Sabtu.
Titik keberangkatan tersebar di sejumlah lokasi strategis, seperti Asrama Haji Donohudan, Terminal Mangkang Semarang, Terminal Bulupitu Banyumas, hingga keberangkatan mandiri dari beberapa daerah seperti Magelang, Kendal, Kudus, dan Blora.
Rencananya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, akan melepas langsung peserta di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.
Program ini juga mengakomodasi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. Tercatat, puluhan peserta dari kategori tersebut turut difasilitasi, termasuk satu penumpang berkebutuhan khusus.
Untuk menjamin keselamatan, seluruh armada dan kru telah melalui proses ramp check serta pemeriksaan kesehatan oleh tim gabungan dari Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Seluruh kendaraan dan pengemudi sudah dipastikan laik jalan dan sehat sebelum keberangkatan,” kata Arief.
Arief menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan program ini sangat dibutuhkan dan memberikan manfaat nyata.
“Ini bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kami berharap program ini bisa terus berlanjut, dan menjangkau lebih banyak warga ke depan,” ujarnya.









