Polda Sumsel Kerahkan 2.671 Personel Amankan Ibadah Jumat Agung dan Paskah

Polda Sumsel Kerahkan 2.671 Personel Amankan Ibadah Jumat Agung dan Paskah

Nasional | inews | Minggu, 5 April 2026 - 00:49
share

PALEMBANG, iNews.id - Polda Sumatera Selatan memastikan keamanan penuh bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah Jumat Agung dan perayaan Paskah. Sebanyak 2.671 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan ratusan gereja di seluruh wilayah Sumsel.

Pengamanan ini dilakukan untuk menjamin situasi tetap kondusif selama rangkaian ibadah berlangsung di Bumi Sriwijaya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu’min Wijaya menyebutkan, ribuan personel yang diterjunkan terdiri atas 2.425 anggota Polri dan 246 personel TNI.

Mereka disebar untuk mengamankan 404 gereja yang berada di 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Di Kota Palembang, sebanyak 510 personel disiagakan untuk menjaga 64 gereja. Sementara di Kabupaten Banyuasin, 171 personel diterjunkan untuk mengamankan 47 titik ibadah.

Pengamanan juga diperkuat di berbagai wilayah lain. Di Ogan Komering Ilir (OKI), sebanyak 122 personel menjaga 41 gereja. Sedangkan di Muara Enim, sebanyak 230 personel diterjunkan untuk mengamankan 27 lokasi ibadah.

“Strategi penguatan ini merupakan bagian dari Operasi Pengamanan Perayaan Ibadah Paskah 2026 yang berlangsung selama empat hari, mulai dari Kamis Putih hingga Minggu Paskah mendatang,” kata Nandang, Sabtu (4/4/2026).

Sebelum ibadah dimulai, Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Sat Brimob Polda Sumsel melakukan sterilisasi menyeluruh di setiap gereja. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada benda berbahaya di lokasi ibadah.

Dalam pelaksanaannya, aparat mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif agar umat tetap merasa nyaman saat beribadah.

Personel yang bertugas di lapangan mengenakan rompi hijau agar mudah dikenali oleh jemaat yang membutuhkan bantuan. Selain itu, petugas juga dilarang menggunakan senjata api tanpa perintah khusus pimpinan, guna menjaga suasana ibadah tetap khidmat dan tidak menimbulkan kesan intimidatif.

Tak hanya pengamanan, polisi juga memberikan pelayanan lain seperti pengaturan arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan di sekitar gereja. Tim medis dari Dokkes Polri juga disiagakan untuk membantu jemaat yang membutuhkan pertolongan kesehatan darurat.

Melalui sinergi lintas sektoral ini, Polda Sumsel berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan antarumat beragama.

“Melalui sinergi lintas sektoral dan pendekatan yang melayani ini, Polda Sumsel bertekad merawat toleransi dan menjaga predikat Sumsel sebagai wilayah zero conflict. Kehadiran Polri di setiap gerbang gereja menjadi bukti nyata bahwa negara senantiasa hadir untuk mendampingi masyarakat, memastikan kedamaian dan kerukunan umat beragama tetap terjaga di Bumi Sriwijaya,” ucapnya.

Topik Menarik