Kondisi Terkini usai Gempa M 4,6 di Flotim NTT, 146 Rumah Rusak 20 Warga Luka-Luka

Kondisi Terkini usai Gempa M 4,6 di Flotim NTT, 146 Rumah Rusak 20 Warga Luka-Luka

Nasional | inews | Kamis, 9 April 2026 - 17:50
share

FLORES TIMUR, iNews.id – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,6 yang mengguncang Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu malam (8/4/2026), membawa dampak kerusakan cukup parah. Data BPBD hingga Kamis (9/4/2026), s146 rumah warga mengalami kerusakan serius hingga roboh. 

Selain kerugian materiil, bencana ini juga mengakibatkan sedikitnya 20 warga mengalami luka-luka akibat tertimpa material reruntuhan bangunan saat gempa terjadi. 

Guncangan gempa yang terjadi pada malam hari membuat kepanikan luar biasa di tengah masyarakat. Banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan diri saat atap dan dinding rumah mereka mulai rontok. 

Sekretaris BPBD Flores Timur (Flotim), Ariston Kolot Ola mengatakan, tim di lapangan masih melakukan pendataan karena jumlah kerusakan diperkirakan bisa terus bertambah. 

"Benar akibat gempa ratusan rumah warga rusak dan sejumlah warga alami luka-luka. Kerusakan rumah diperkirakan akan terus bertambah karena pihak pemerintah masih terus melakukan pendataan di titik-titik terdampak," ujar Ariston Kolot Ola, Kamis (9/4/2026). 

Hingga sore ini, suasana mencekam masih menyelimuti Pulau Adonara. Rentetan gempa susulan yang masih terus terjadi membuat warga trauma dan takut untuk kembali ke dalam rumah. 

Pantauan di lokasi menunjukkan warga mulai membangun tenda-tenda darurat secara mandiri di depan rumah maupun di lapangan terbuka. Mereka memilih bertahan di luar ruangan dengan peralatan seadanya demi mengantisipasi adanya gempa susulan yang lebih besar.  

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan lokasi yang terdampak gempa berada di Desa Terong Kecamatan Adonara Timur.

Dia mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur telah berada di lapangan untuk melakukan upaya penanganan darurat bencana. 

Tim di lapangan sedang melakukan pendataan, monitoring dampak gempa, pendirian tenda pengungsi dan pendistribusian bantuan bagi para warga terdampak.

BNPB juga terus memantau dan berkoordinasi dengan BPBD setempat guna melakukan langkah-langkah penanganan yang cepat, tepat dan akurat.

"BNPB mengimbau agar warga tetap tenang. Warga segera berlindung jika gempa kembali terjadi dan menuju lapangan terbuka," ujarnya.

Topik Menarik