Prabowo dan PM Belanda Bahas I-EU CEPA hingga Ketegangan di Selat Hormuz
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Kerajaan Belanda, Rob Jetten. Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan hubungan bilateral, kerja sama perdagangan, termasuk perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), hingga isu politik global terkini.
Dalam unggahan Instagram KBRI Den Haag, Jumat (12/6/2026), disebutkan bahwa Prabowo dan Jetten membahas penguatan hubungan bilateral, kerja sama perdagangan, termasuk I-EU CEPA, serta berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama, termasuk perkembangan situasi di Timur Tengah.
"Komunikasi ini menegaskan komitmen Indonesia dan Belanda untuk terus memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan di tengah dinamika global yang terus berubah,” tulis KBRI Den Haag dalam unggahannya.
Sementara itu, melalui akun X miliknya, Rob Jetten mengungkapkan, bahwa Indonesia dan Belanda memiliki hubungan yang erat, baik secara historis maupun kultural, serta telah lama bekerja sama di berbagai sektor strategis.
"Belanda dan Indonesia secara kultural dan historis terhubung erat satu sama lain dan bekerja sama dengan baik di bidang-bidang seperti perdagangan, air, dan pertanian berkelanjutan. Dan negara-negara kami adalah mitra sevisi di dunia yang berubah dengan cepat," tulis Jetten.
Jetten mengatakan, dirinya juga membahas pentingnya kerja sama internasional dengan Presiden Prabowo demi menjaga keamanan dan kesejahteraan di kawasan masing-masing maupun secara global.
"Bersama Presiden Prabowo Subianto, saya membahas hari ini pentingnya kerja sama internasional untuk keamanan dan kesejahteraan di wilayah kami dan di luar itu," ungkapnya.
Menurut Jetten, keduanya juga menyinggung perkembangan perjanjian perdagangan antara Uni Eropa dan Indonesia serta situasi di Selat Hormuz yang menjadi perhatian dunia.
"Perjanjian perdagangan antara Uni Eropa dan Indonesia serta situasi di Selat Hormuz juga menjadi bagian dari pembahasan. Justru di dunia yang penuh gejolak, Indonesia dan Belanda bekerja sama untuk memperkuat hubungan yang lebih erat," pungkasnya.









