Sambut 1 Muharram 1448 H, Ribuan Warga Bangkalan Pawai Obor dan Lampion Raksasa

Sambut 1 Muharram 1448 H, Ribuan Warga Bangkalan Pawai Obor dan Lampion Raksasa

Nasional | inews | Selasa, 16 Juni 2026 - 02:36
share

BANGKALAN, iNews.id – Kemeriahan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah terpancar di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Ribuan warga tumpah ruah ke jalan untuk menggelar aksi pawai obor dan lampion kreatif sembari mengelilingi kawasan perkampungan.

Suasana sukacita dan syiar Islam begitu kental terasa saat malam pergantian tahun baru Islam tersebut. Warga berjalan kaki secara teratur sembari tak putus-putus melantukan selawat nabi secara berjamaah. 

Titik kumpul dan pusat kemeriahan ini berpusat di Lapangan Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Sejak selepas waktu ashar, puluhan kelompok warga dari berbagai usia telah bersiap dengan atribut masing-masing. 

Perjalanan barisan pawai dipimpin langsung oleh seorang warga yang menunggangi kuda di barisan paling depan sebagai pembuka jalan. 

Setelajh itu, ribuan peserta di belakangnya berjalan beriringan dengan membawa obor bambu tradisional serta lampu lampion warna-warni. 

Tak sedikit kelompok peserta yang mengusung replika simbol keagamaan berukuran besar, salah satunya replika Ka'bah raksasa yang digotong bersama-sama. 

Kemeriahan ini menyedot perhatian ribuan warga setempat yang berjejer rapi menonton di sepanjang pinggir jalan. Bahkan, banyak penonton yang sengaja datang dari desa-desa tetangga demi menyaksikan festival tahunan ini. 

Kegiatan keagamaan kultural ini menegaskan kekompakan dan keguyuban masyarakat Madura dalam menjaga tradisi keislaman yang sudah mengakar kuat. 

"Setiap menyambut 1 Muharram, Desa Parseh memang rutin mengadakan acara hiburan islami seperti ini. Ada pawai lampion, obor, dan dilanjutkan selawat bersama di lapangan desa. Pesertanya semua dari elemen masyarakat, mulai dari anak-anak SD, madrasah, hingga perwakilan seluruh dusun yang ada di Desa Parseh," ujar salah seorang warga setempat, Moh Ilyas, Senin (15/6/2026).

Setelah berjalan mengelilingi rute desa, barisan peserta pawai kembali masuk ke Lapangan Desa Parseh yang menjadi garis finish. Di tempat ini, acara tidak langsung bubar melainkan dilanjutkan ke agenda inti keagamaan. 

Pihak pemerintah desa bersama tokoh agama menggelar pengajian akbar dan pembacaan selawat bersama yang diikuti oleh seluruh warga yang hadir. 

Melalui momentum Tahun Baru Hijriah 1448 ini, warga juga menundukkan kepala untuk menggelar doa bersama. Mereka memanjatkan harapan agar seluruh warga desa diberikan kesejahteraan, kelimpahan berkah, serta keselamatan dan kedamaian yang utuh bagi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Topik Menarik