Terungkap! Dokter Icha Diduga 3 Kali Coba Bunuh Diri usai Alami Intimidasi

Terungkap! Dokter Icha Diduga 3 Kali Coba Bunuh Diri usai Alami Intimidasi

Nasional | inews | Minggu, 5 Juli 2026 - 02:30
share

KEFAMENANU, iNews.id – Fakta baru kembali terungkap dalam penyelidikan kasus kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha. Almarhumah diduga mengalami tekanan psikologis berat hingga dilaporkan pernah mencoba mengakhiri hidup sebanyak tiga kali sebelum meninggal dunia.

Pengungkapan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Kristo Efi, usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik kepolisian selama 2 jam dengan 21 pertanyaan terkait pertemuannya dengan almarhum di rumah sakit.

“Saya dimintai keterangan karena sempat menjenguk beliau di rumah sakit,” ujar Kristo, Sabtu (4/7/2026).

Dalam keterangannya kepada penyidik, Kristo mengungkap bahwa dr Icha sempat menceritakan kondisi psikologisnya yang terguncang akibat tekanan yang diduga berasal dari sejumlah pihak, termasuk dugaan intimidasi dengan nada tinggi dari oknum anggota DPRD TTU.

Menurut Kristo, tekanan tersebut membuat almarhumah merasa seolah-olah telah melakukan kesalahan besar dalam penanganan pasien.

“Beliau merasa seperti melakukan kesalahan besar, padahal menurut pengakuannya semua tindakan sudah sesuai SOP dan telah dikonsultasikan dengan dokter ahli,” kata Kristo.

Lebih lanjut, Kristo juga menyampaikan bahwa Dokter Icha pernah mengungkapkan dirinya mengalami tekanan berat hingga melakukan percobaan bunuh diri sebanyak tiga kali.

Mendengar pengakuan tersebut, Kristo mengaku sempat memberikan dukungan moral agar almarhumah tetap kuat dan dapat kembali menjalankan profesinya sebagai tenaga medis.

“Waktu itu saya minta beliau tetap semangat karena masyarakat TTU masih sangat membutuhkan tenaga medis,” ujarnya.

Kristo juga menyebut dirinya telah menyampaikan permohonan maaf atas nama lembaga DPRD TTU kepada keluarga almarhumah terkait peristiwa yang terjadi.

Namun demikian, dia menegaskan bahwa almarhumah tidak menjelaskan secara rinci siapa pihak yang diduga melakukan intimidasi, hanya menyebut adanya protes dengan nada kasar terkait penanganan pasien.

Sementara itu, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengambil alih penanganan kasus ini dengan membentuk tim joint investigation atau tim investigasi gabungan untuk mendalami dugaan intimidasi terhadap dr. Icha.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyelidikan berjalan profesional, objektif, dan berbasis alat bukti ilmiah.

Tim gabungan tersebut melibatkan Ditreskrimum, Dit PPA dan PPO, Ditreskrimsus, Polres TTU, hingga Polres Kupang, serta akan didukung analisis ahli pidana, psikologi, grafologi, hingga medis forensik.

Penyidik juga akan memeriksa ulang para saksi serta mendalami bukti elektronik untuk mengungkap secara terang kasus yang menyita perhatian publik tersebut.

Catatan Redaksi:

Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pemikiran serupa, segera hubungi layanan kesehatan mental atau profesional di rumah sakit terdekat.

Topik Menarik