32 PWNU Sepakat Ingin Ada Perubahan, Minta Muktamar NU Digelar di Jakarta
JAKARTA – Sejumlah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) meminta perubahan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mereka meminta agar pelaksanaan Muktamar ke-35 NU digelar di Jakarta. Hal itu didasarkan pertimbangan waktu yang sudah semakin dekat dan memerlukan persiapan yang matang.
Mantan Katib PCNU Jombang Ahmad Samsul Rijal alias Gus Rijal mengatakan, selama pelaksanaan Konbes dan Munas NU di Ploso, Kediri pada 20-22 Juni 2026, banyak fungsionaris PWNU se-Indonesia yang menghendaki perubahan di tubuh ormas islam terbesar di Indonesia tersebut.
‘’Mereka sampaikan sikap itu kepada sesama fungsionaris NU yang dikenal di berbagai daerah melalui jaringan personal,’’ ujar Gus Rijal, Senin (6/7/2026).
‘’Debat materi di sidang komisi organisasi beserta plenonya terasa merobek persaudaraan dan kesatuan jam’iyyah. Adab jam’iyyah yang diserap dari sumber Islam dan teladan di pesantren diabaikan,’’ lanjutnya.
Gus Rijal menjelaskan, mayoritas PWNU menginginkan perubahan total pada kepengurusan PBNU mendatang. ‘’Dan potensial akan diikuti oleh PCNU-PCNU di wilayahnya,’’imbuhnya.
Mereka juga meminta agar pelaksanaan muktamar ke-35 NU segera ditetapkan. Karena kepanitiaan muktamar telah ditetapkan 8 Mei 2026.
‘’Rapat internal PBNU belum bersepakat tentang lokasi muktamar sesuai usulan wilayah dan pesantren, bahkan telah dilakukan survei. Penetapan dibawa ke Konbes dan Munas NU, 20-22 Juni di Ploso, Kediri. Ini pun gagal ditetapkan, dan sempat memicu kericuhan dalam pleno Konbes,’’ujarnya.
Ketua PWNU Sumatera Barat, Ganefri, menjelaskan, , forum 32 PWNU se-Indonesia melalui rakor daring memutus dan meminta agar Muktamar ke-35 NU dilaksanakan di Jakarta.
‘’Sikap ini untuk memberi kepastian kepada PBNU dari tarik ulur lokasi muktamar yang berlangsung dua bulan. Forum berharap agar dipertimbangkan, walau keputusan akhir tetap di PBNU,’’ujarnya.
"Muktamar ini forum besar NU. Karena itu, tempatnya harus yang paling siap, paling mudah dijangkau, dan paling memungkinkan untuk mempercepat koordinasi. Dengan waktu persiapan yang semakin pendek, Jakarta adalah pilihan yang paling realistis,"tandasnya.









