Raih Pengakuan Riset STEM, 2 Peneliti SGU Masuk Kandidat Ilmuwan Muda

Raih Pengakuan Riset STEM, 2 Peneliti SGU Masuk Kandidat Ilmuwan Muda

Nasional | sindonews | Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:10
share

Prestasi membanggakan diraih Swiss German University (SGU) usai masuk dalam kandidat Perguruan Tinggi Swasta Terproduktif di Bidang STEM Tahun 2026 oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV.

Tak hanya itu, dua dosen sekaligus peneliti SGU Assoc Prof Dr Hery Sutanto dan Assoc Prof Maria Dewi PT Gunawan Puteri turut masuk sebagai kandidat Ilmuwan Muda Terbaik di Bidang STEM Tahun 2026.

Pengakuan tersebut menjadi bukti komitmen SGU dalam mengembangkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri.

Sebagai universitas internasional di wilayah LLDIKTI IV, SGU terus mendorong lahirnya riset-riset yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).

Salah satunya melalui inovasi Kemiri yang dilakukan Hery Sutanto dan menjadikannya kandidat Ilmuwan Muda Terbaik. Produk penelitiannya Kemirich Gold, minyak nabati hasil olahan kemiri yang dikembangkan sebagai alternatif minyak sehat karya anak bangsa."Indonesia memiliki kekayaan hayati luar biasa. Kemiri adalah salah satu tanaman lokal yang murah, melimpah, dan selama ini hanya dianggap pelengkap dapur. Padahal, jika diolah dengan benar, kandungan nutrisinya bisa menyaingi minyak nabati impor," ujar Hery yang juga menjabat Dekan Faculty of Life Sciences and Technology Swiss German University, belum lama ini.

Produk ini juga telah memperoleh sertifikasi halal dan izin edar dari BPOM serta merupakan salah satu jenis asupan yang diberikan ke masyarakat dalam program yang diadakan Bappeda Kabupaten Tangerang dalam rangka membantu menurunkan angka stunting.

Kemudian, Maria Dewi menjadi kandidat Ilmuwan Muda Terbaik berkat berbagai inovasi di bidang teknologi pangan berbasis fermentasi yaitu Tempe Semangit dengan kandungan protein mencapai 70 persen.

Produk ini memiliki daya serap protein yang lebih tinggi dibandingkan tempe biasa, menghadirkan cita rasa gurih alami, serta menjadi alternatif pangan bergizi yang mudah dikonsumsi oleh anak-anak.

Rektor Swiss German University Assoc Prof Dr Dipl.-Ing Samuel P Kusumocahyo mengatakan, masuknya SGU sebagai kandidat Perguruan Tinggi Swasta Terproduktif di Bidang STEM sekaligus terpilihnya dua peneliti SGU sebagai kandidat Ilmuwan Muda Terbaik merupakan pengakuan atas budaya riset yang terus dibangun di lingkungan universitas.

"Kami percaya bahwa riset yang berkualitas harus mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Karena itu, SGU akan terus mendorong kolaborasi lintas disiplin, memperkuat kemitraan dengan industri, serta menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia dan masyarakat global," ujarnya.

Melalui berbagai penelitian yang berorientasi pada solusi, Rektor yakin akan memperkuat SGU sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan inovasi berbasis STEM untuk menjawab tantangan masa depan sekaligus mendukung peningkatan daya saing Indonesia melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Topik Menarik