Data Wabah ASF di Sulbar, 92 Ekor Babi Mati dan Puluhan Lainnya Terjangkit Virus
MAMUJU, iNews.id - Wabah African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika masih menyerang ternak babi di Sulawesi Barat (Sulbar). Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 92 ekor babi dilaporkan mati di Kabupaten Polewali Mandar.
Selain puluhan ternak yang mati, sebanyak 83 ekor babi lainnya dalam penanganan petugas karena terjangkit virus ASF. Kasus serupa juga ditemukan di Kabupaten Mamasa.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Sulbar Nur Kadar mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan kasus bersama dokter hewan dan pemerintah kabupaten.
"Kalau di Polman memang ada kejadian dan dari data yang disampaikan ke kami cukup banyak. Per 30 Juni 2026 tercatat 92 ekor mati dan 83 ekor masih dalam penanganan," kata Nur Kadar dikutip dari iNews Mamuju, Senin (13/7/2026).
Hasil pemeriksaan laboratorium memastikan kematian puluhan ternak di Polewali Mandar disebabkan oleh ASF. Pemeriksaan dilakukan bersama Balai Besar Veteriner Maros.
Petugas kemudian mengisolasi lokasi yang telah terkonfirmasi terjangkit untuk mencegah penyebaran virus ke peternakan lain.
Penyemprotan disinfektan juga dilakukan di kandang dan lingkungan sekitar. Ternak yang masih bertahan diberikan vitamin, obat-obatan serta perawatan pendukung.
DTPHP Sulbar menilai kondisi tersebut masih harus diwaspadai karena penyebaran ASF antarbabi berlangsung sangat cepat. Peternak diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan babi sakit atau mati secara mendadak agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Selain di Polewali Mandar, wabah ASF juga menyerang ternak babi di Kabupaten Mamasa. Penanganan di wilayah tersebut telah dilakukan sejak Juni 2026. Langkah yang dilakukan meliputi pemeriksaan ternak di lapangan, penyemprotan disinfektan, pemberian obat-obatan dan penyediaan sarana pendukung.
Menurut Nur Kadar, kondisi penyebaran ASF di Mamasa kini relatif lebih terkendali dibandingkan saat awal kasus ditemukan pada Mei 2026. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak muncul kasus baru maupun penyebaran ke wilayah lain.
Pemprov Sulbar juga telah meminta tambahan obat-obatan dan sarana penanganan kepada Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Tambahan dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan wabah serta membantu peternak yang terdampak di Polewali Mandar dan Mamasa.









