Angin Gending Berembus, Warga Probolinggo Terbangkan Layangan Naga Raksasa

Angin Gending Berembus, Warga Probolinggo Terbangkan Layangan Naga Raksasa

Nasional | inews | Jum'at, 28 Agustus 2026 - 04:56
share

PROBOLINGGO, iNews.id - Fenomena tahunan angin gending dimanfaatkan warga Kota Probolinggo, Jawa Timur, untuk bermain layangan naga berukuran raksasa. Bentuknya yang besar dan warna-warni membuat layangan tersebut menjadi tontonan menarik bagi warga.

Keseruan bermain layangan naga terlihat di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Layangan berbentuk kepala naga itu berukuran besar sehingga membutuhkan lahan luas untuk menerbangkannya.

Selain itu, menerbangkan layangan naga juga membutuhkan belasan orang. Mereka harus bekerja sama membawa, membentangkan, hingga mengendalikan layangan agar dapat mengudara dengan sempurna.

Fenomen angin gending dimanfaatkan warga Kota Probolinggo, bermain layangan naga berukuran raksasa. (Foto: iNews).

Untuk memindahkan layangan dari tempat penyimpanan menuju lokasi bermain, warga biasanya menggunakan pikap atau becak motor. Setelah tiba di lahan terbuka, layangan baru dibentangkan dan siap diterbangkan.

Angin kencang menjadi faktor penting agar layangan naga dapat terbang tinggi. Warga memanfaatkan momentum datangnya angin gending yang dikenal sebagai angin kencang khas Probolinggo.

Ukuran yang besar serta bentuk menyerupai naga membuat layangan ini mudah menarik perhatian. Warga pun berdatangan untuk menyaksikan layangan raksasa tersebut mengudara.

"Biasanya kan layangan kecil-kecil, di sini ada layangan besar. Jadi terlihat unik dan luar biasa," kata Yuliana, salah satu warga di lokasi.

Angin gending merupakan fenomena angin kencang yang dikenal terjadi di wilayah Probolinggo pada periode tertentu, terutama sekitar Juni hingga Agustus. 

Fenomena ini menjadi salah satu momentum yang ditunggu para pencinta layangan untuk menerbangkan layangan berukuran besar.

Meski bertiup kencang, angin gending yang dimanfaatkan warga untuk bermain layangan tidak selalu menimbulkan dampak kerusakan. Warga tetap memilih lokasi terbuka dan memastikan kondisi aman sebelum menerbangkan layangan naga.

Topik Menarik