Lahir dari Semangat yang Sempat Padam, Bossdiamond Jalan Fajri Meraih Sukses

Lahir dari Semangat yang Sempat Padam, Bossdiamond Jalan Fajri Meraih Sukses

Nasional | sindonews | Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:29
share

Kisah inspiratif datang dari pengusaha muda asal Medan, Muhammad Bahtera Fajri. Ia bercerita tentang membangun Bossdiamond yang bergerak di bisnis top up game online. Ia tidak berbasa-basi soal alasan ia membangun Bossdiamond. Bahtera, kata dia, adalah versi lama dirinya. Tujuannya sudah kabur dan semangatnya sudah pudar.

Dari titik itulah Bossdiamond lahir, dengan api yang kembali menyala. "Bahtera itu versi lama, tujuan dan semangatnya sudah pudar. Bossdiamond lahir dengan semangat yang baru dan membara," katanya, Sabtu (29/8/2026). Baca juga: Ini Cara Telkom Group Kuasai Pasar Gim dan Musik di 2026

Bossdiamond melayani pengisian diamond dan item untuk game populer seperti Mobile Legends, Free Fire, dan Valorant. Layanannya berjalan 24 jam, dengan patokan yang sudah jadi hukum di industri ini: harga masuk akal, proses cepat, dan pembeli tidak dibiarkan menunggu.

Fajri terbuka soal satu hal. Bossdiamond belum punya deretan pencapaian yang bisa dipajang, karena usianya memang masih terbilang baru. Belum ada angka besar, belum ada tonggak yang layak dibesar-besarkan, dan ia memilih tidak berpura-pura sebaliknya.

Yang berubah justru ada di bagian yang tidak terlihat dari luar. Timnya kali ini jauh lebih matang dan lebih solid dibanding periode sebelumnya. Orang-orangnya sudah paham ritme kerja, tahu apa yang harus dikejar, dan tidak perlu terus-menerus diarahkan. Kantornya pun sudah tertata, bukan lagi ruang seadanya seperti di masa ia masih mengerjakan hampir semuanya sendirian.Dari fondasi itu, cakupan kerja Bossdiamond ikut melebar. Kalau dulu semuanya berputar pada satu jenis pekerjaan saja, sekarang timnya juga menggarap manajemen media sosial, photoshoot bertema gaming, sampai pekerjaan lain yang masih berada di lingkaran gaming. Ceruknya tidak berpindah, hanya bentuk jasanya yang bertambah.

Pilihan itu punya logikanya. Brand game, tim esports, dan kreator lokal butuh materi visual serta pengelolaan akun dari orang yang mengerti bahasa komunitasnya, bukan sekadar rapi tapi terasa asing. Bekal Fajri ada di situ, karena bertahun-tahun ia hidup di dalam ekosistemnya, mulai dari pemain turnamen, pembuat konten, penyelenggara acara, sampai pedagang.

Targetnya juga tidak berhenti di pasar lokal. Fajri mengarahkan Bossdiamond untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk membuka jalan ke luar negeri. Ambisi itu masih dalam proses, tapi tim dan kantornya sejak awal ia siapkan dengan ukuran tersebut di kepala.

Yang ditinggalkan di belakangFajri jelas bukan pendatang baru. Ia lahir dari keluarga sederhana di Jakarta dan pindah ke Medan bersama ibunya menjelang masuk SMP. Masa SMK jadi periode paling berat, ketika di rumah hanya ada nasi dan garam. "Saya lahir dari keluarga sederhana. Jadi semasa kecil, kehidupan saya tidak bergelimang harta," katanya.

Jalan keluarnya datang dari hobi bermain game. Sejak kelas tiga SMK ia rutin ikut turnamen dan memakai hadiahnya untuk membayar SPP sendiri, sampai akhirnya ia berpikir kenapa hanya jadi peserta kalau bisa membuat turnamennya sendiri. Dari situ lahir Bahtera TV, kanal kecil berisi berita esports yang kemudian berkembang jadi penyelenggara turnamen untuk komunitas PC dan mobile. Baca juga:Kontingen Esports Putra Indonesia Amankan Medali Perunggu SEA Games 2025 dari Mobile Legends

Pergaulan dengan brand game membawanya masuk ke bisnis top up. Ia mulai dari posisi paling bawah, jadi reseller orang lain tanpa dibayar, lalu berdiri sendiri dengan modal Rp100 ribu sebelum membangun Bahtera Store. Perjalanannya tidak mulus. Ia pernah ditipu supplier dengan kerugian ratusan juta rupiah sampai bisnisnya kolaps dan ia harus menjual perabot rumah. "Uangku hilang bahkan hingga 1 perak pun aku nggak ada duit," ucapnya.

Ia bangkit karena klien-klien lama yang masih percaya, sampai bisa membeli mobil secara tunai, memberangkatkan orang tuanya umrah, dan mempekerjakan delapan orang dengan gaji di atas UMR Medan. Semua itu ia bawa ke Bossdiamond sebagai bekal, bukan sebagai nama yang harus dipertahankan. Bedanya sekarang, ia tidak memulainya sendirian.

Topik Menarik