Kisah Nurisa Dian Ashrifah, Debutan yang Sukses Taklukkan Panggung Panahan SEA Games 2025
DEBUT manis ditorehkan oleh atlet panahan muda Indonesia, Nurisa Dian Ashrifah, di ajang SEA Games 2025 Thailand. Atlet yang akrab disapa Hani ini sukses mewujudkan impian masa kecilnya untuk mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi setelah menunjukkan performa luar biasa pada nomor Women’s Compound.
Dalam laga final yang berlangsung sengit, Hani berhasil menundukkan wakil Singapura dengan skor tipis 142-140. Kemenangan ini sekaligus memastikan medali emas individu jatuh ke pelukan Indonesia.
Tak hanya di nomor perorangan, mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang ini juga memperkaya koleksinya dengan torehan satu medali emas dan satu perunggu dari nomor beregu.
“Alhamdulillah di kesempatan pertama ini bisa memberikan yang terbaik, tentunya berkat doa dan dukungan yang diberikan orang tua, teman-teman, pelatih dan saudara-saudara di sana,” ungkap Hani, dikutip dari laman resmi Kemenpora, Sabtu (3/1/2025).
1. Persembahan untuk Orang Tercinta
Bagi perempuan yang sudah menekuni dunia panahan sejak usia 11 tahun ini, keberhasilan tersebut adalah kado spesial untuk orang-orang terdekatnya. Hani mengakui bahwa dukungan moral baik di dalam maupun di luar lapangan menjadi energi tambahan baginya saat membidik sasaran.
“Terima kasih sudah dukung Hani selalu, baik di lapangan maupun luar lapangan. Semoga kita tetap bisa bersama hingga waktu yg menentukan,” tambahnya.
Selain individu, Hani juga menyoroti peran penting rekan setimnya di nomor beregu putri, Ratih Zil'izati Fadhly dan Yurike Nina Bonita Pereira, yang bersama-sama menyumbangkan emas untuk nusantara.
2. Melalui Drama Lapangan demi Indonesia Raya
Perjalanan menuju podium tertinggi tidaklah mudah. Hani menceritakan bahwa di balik gemilangnya medali emas, terdapat berbagai suka, duka, hingga drama yang terjadi selama perlombaan berlangsung. Namun, kekompakan tim panahan Indonesia menjadi kunci utama untuk saling menguatkan di tengah tekanan kompetisi.
“Akhirnya kami bisa mewujudkan apa yang kami impikan, bareng-bareng berdiri di podium paling atas mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya,” lanjut Hani.
Menutup pernyataannya, Hani menyampaikan apresiasi khusus kepada rekan-rekannya yang ia panggil dengan sapaan akrab Mamita dan Mbak Bon, serta Prima Wisnu yang menjadi pasangannya saat meraih perunggu di nomor beregu campuran.
“Terima kasih Mamita dan Mbak Bon, semoga kita bisa berdiri bersama lagi di podium paling atas selanjutnya,” pungkas Hani.










