Pasien Super Flu Meninggal Dunia, Pakar Ingatkan Bisa Berakibat Fatal bagi yang Rentan

Pasien Super Flu Meninggal Dunia, Pakar Ingatkan Bisa Berakibat Fatal bagi yang Rentan

Gaya Hidup | okezone | Minggu, 11 Januari 2026 - 11:05
share

JAKARTA - Satu orang pasien yang terjangkit virus Super Flu meninggal dunia di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kondisi ini disikapi secara waspada oleh banyak pihak.

Seperti diketahui, sebanyak 62 kasus Super Flu atau Influenza A “subclade” K, yang dikenal sebagai Super Flu, ditemukan di Indonesia. Jumlah kasus terbanyak dilaporkan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Menurut hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS), kasus Influenza A “subclade” K telah terdeteksi sejak Agustus 2025 dan per Desember 2025 telah terkumpul sebanyak 62 kasus.

Meskipun virus Influenza A “subclade” K tidak menunjukkan peningkatan keparahan, virus ini tetap perlu diwaspadai, mengingat kabar terbaru adanya pasien yang meninggal dunia.

Menanggapi hal tersebut, Dosen Mikrobiologi FK-KMK UGM, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK (K), mengatakan bahwa virus Influenza A “subclade” K secara genetik memiliki perbedaan dengan virus yang sebelumnya bersirkulasi.

Meski begitu, dapat dipastikan bahwa subclade K ini tetap memiliki kekerabatan yang dekat dengan virus flu musiman yang kerap dialami oleh banyak orang.

Para ahli virus menilai bahwa hingga saat ini belum ada tanda yang menunjukkan sesuatu yang tidak biasa dalam cara virus ini berevolusi, sebab virus tersebut memang selalu berubah dalam rangka evolusinya.

“Sejauh ini, tidak ada bukti dari studi laboratorium maupun studi populasi bahwa varian ini dapat menghindari kekebalan tubuh manusia yang terbentuk oleh infeksi influenza sebelumnya atau dari vaksin yang telah didapatkan,” jelasnya, seperti dikutip dari akun UGM, Minggu (11/1/2026).

Berdasarkan bukti yang ada selama ini, belum ada indikasi bahwa Influenza A “subclade” K lebih virulen dibandingkan virus influenza H3N2 yang telah beredar selama ini.

Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan. “Harus tetap waspada, karena virus influenza H3N2 memang dapat berakibat fatal pada orang yang rentan, seperti lansia,” jelasnya.

Seorang Pasien Super Flu Meninggal Dunia

 

Seorang pasien yang diduga terpapar virus Super Flu meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Reemerging (Pinere) RSHS Bandung, dr. Yovita Hartantri, menegaskan bahwa hingga kini masih dilakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian pasien yang terpapar virus Super Flu tersebut.

Pasien yang meninggal diketahui memiliki sejumlah penyakit penyerta atau komorbid yang cukup berat, sehingga memperburuk kondisi kesehatannya.

Hingga saat ini, RSHS belum dapat menyimpulkan apakah virus menjadi penyebab langsung kematian pasien. Dijelaskan, dari total 10 pasien dengan gejala virus Super Flu yang dirawat, dua orang mengalami kondisi berat.

Satu pasien dirawat di ruang high care, sementara satu pasien lainnya harus mendapatkan penanganan di ruang perawatan intensif. Pasien yang dirawat di ruang intensif tersebut kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Topik Menarik