Gara-Gara Larang Pemain Real Madrid Hormati Barcelona di Final Piala Super Spanyol 2026, Kylian Mbappe Panen Hujatan
RIYADH - Kekalahan Real Madrid 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026 menyisakan drama panas di luar lapangan. Bintang utama Los Blancos, Kylian Mbappe, kini menjadi sasaran kritik tajam setelah tertangkap kamera melakukan aksi yang dinilai tidak sportif terhadap sang rival abadi di Stadion King Abdullah Sport City, Arab Saudi, Senin 12 Januari 2025 kemarin.
Meski Mbappe tampil tajam sejak kepindahannya dari PSG dua tahun lalu, ia tampak mulai frustrasi dengan minimnya trofi mayor yang diraih Madrid di bawah asuhan Xabi Alonso. Hingga saat ini, dominasi domestik justru lebih condong ke arah La Blaugrana yang musim lalu menyapu bersih treble domestik dan kini kembali menegaskan supremasinya atas Madrid.
Ketegangan El Clasico kali ini memuncak bukan karena gol, melainkan sikap Mbappe yang dianggap memicu perselisihan lebih dalam. Pemain asal Prancis itu dituding menghalangi rekan-rekan setimnya untuk memberikan penghormatan kepada Barcelona saat upacara penyerahan medali.
1. Amarah di Pinggir Lapangan
Setelah peluit panjang berbunyi, pelatih Xabi Alonso sebenarnya telah menginstruksikan para pemain Madrid untuk tetap berada di lapangan dan membentuk pasillo (pagar penghormatan) sebagai bentuk sportivitas. Namun, jurnalis senior Alfredo Martinez melaporkan bahwa Mbappe justru mengajak rekan-rekannya untuk menghindari prosesi tersebut.
Kamera televisi bahkan menangkap momen saat Mbappe menunjukkan rasa tidak percaya dan menegur Raul Asencio yang terlihat ingin mengikuti instruksi Alonso untuk melakukan pasillo. Martinez melalui akun media sosialnya mengecam tindakan tersebut sebagai gestur yang "buruk" dan "sulit dijelaskan," sementara netizen di platform X ramai-ramai melabeli sang penyerang dengan sebutan "pecundang yang pahit" karena minimnya kerendahan hati.
2. Alasan di Balik Rasa Frustrasi Sang Bintang
Ada teori yang menyebutkan sikap dingin Mbappe dipicu oleh insiden di tengah laga yang melibatkan Frenkie de Jong. Pasalnya, Mbappe baru saja pulih dari cedera panjang dan ia tampak sangat geram ketika De Jong melakukan tekel keras dengan stud sepatu mengarah ke atas yang dinilai sangat membahayakan kondisi fisiknya.
Tindakan nekat De Jong tersebut disinyalir membuat Mbappe menyimpan dendam hingga laga usai. Alih-alih merayakan sportivitas, ia memilih menjadi pemain pertama yang meninggalkan lapangan saat trofi diangkat oleh para pemain Barcelona.










