PDIP Lobi Partai Politik untuk Pilkada Tetap Dipilih Rakyat
JAKARTA – PDI Perjuangan membangun komunikasi politik dengan partai politik lain dalam rangka mengajak untuk tetap menggunakan mekanisme pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung atau dipilih rakyat.
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa usulan Pilkada dipilih DPRD baru sebatas wacana. Sehingga, Rakernas I menjadi forum PDIP untuk menyatakan sikap atas munculnya wacana tersebut.
"Kami kan juga intens berdialog dengan pimpinan-pimpinan fraksi, dengan partai politik. Karena pada dasarnya kan semua gagasan itu kan untuk Indonesia. Untuk rakyat," kata Hasto di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026) malam.
Oleh karenanya, Hasto menegaskan bahwa tidak benar jika disebutkan PDIP hanya berdiri sendiri untuk memperjuangkan agar Pilkada tetap dipilih oleh rakyat.
"Sehingga enggak benar kalau dikatakan kami sendirian. Karena kami membangun komunikasi," ujar Hasto.
Menurutnya, sikap PDIP tetap memilih Pilkada dipilih oleh rakyat merupakan salah satu fungsi dari partai penyeimbang sebagaimana yang telah diputuskan dalam Rakernas I ini.
"Penyeimbang itu ada dialog. Penyeimbang itu ada data ada argumen, dan itu sehat di dalam demokrasi,’’ujarnya.
‘’Jadi kami bersama-sama mengkomunikasikan termasuk hasil Rakernas ini juga dengan fraksi-fraksi dengan sesama kader partai lain, sehingga akan tercapai suatu kesepahaman, toh basisnya semuanya kami yakini ingin menjaga bahwa rakyatlah yang berdaulat karena itu makna yang sangat substansial dari demokrasi," tandasnya.










