Cara Aman Melindungi Akun Instagram yang Tiba-tiba Diminta Reset

Cara Aman Melindungi Akun Instagram yang Tiba-tiba Diminta Reset

Teknologi | okezone | Selasa, 13 Januari 2026 - 17:13
share

JAKARTA — Pada awal Januari ini, banyak pengguna Instagram di seluruh dunia, termasuk Indonesia, tiba-tiba menerima email dengan subjek "Reset your password" meskipun mereka tidak pernah memintanya. Email ini menimbulkan kekhawatiran besar mengenai keamanan data pribadi, karena terjadi setelah perusahaan keamanan siber Malwarebytes melaporkan bahwa data sensitif dari 17,5 juta akun Instagram telah bocor dan dijual di dark web.

Meskipun Instagram menegaskan akun pengguna tetap aman dan menyatakan insiden ini disebabkan masalah teknis yang telah diperbaiki, pengguna tetap harus meningkatkan kewaspadaan.

Berikut panduan praktis untuk melindungi akun Instagram Anda dari potensi ancaman keamanan:

Jangan Klik Tombol Reset Password dari Email

Langkah pertama dan paling krusial adalah jangan mengklik tautan reset password yang muncul di email yang tidak Anda minta. Penting untuk dipahami bahwa password Instagram Anda tidak akan berubah hanya dengan menerima email ini—perubahan hanya terjadi jika Anda secara aktif menekan tombol "Reset Password" atau mengikuti tautan di dalamnya. Jika Anda menerima email serupa, langsung abaikan atau laporkan sebagai phishing ke Instagram. Hacker yang memiliki data bocor tidak memiliki password Anda, mereka hanya mencoba menciptakan kesempatan untuk mencuri akses melalui email penyamaran ini.

 

Cek Apakah Email Anda Terlibat dalam Kebocoran

Untuk memastikan status keamanan data Anda, kunjungi situs haveibeenpwned.com atau Malwarebytes dan masukkan alamat email Instagram Anda. Situs ini akan memberikan laporan apakah email Anda termasuk dalam daftar data yang bocor. Informasi yang berisiko termasuk nama pengguna, alamat fisik, nomor telepon, dan alamat email—namun password tidak termasuk dalam kebocoran ini, yang menjadi alasan mengapa hacker mencoba metode reset.

Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)

Langkah keamanan paling efektif adalah mengaktifkan Multi-Factor Authentication (MFA) atau Autentikasi Dua Faktor. Fitur ini menambahkan lapisan perlindungan ekstra dengan meminta kode verifikasi tambahan setiap kali ada upaya login dari perangkat yang tidak dikenali. Anda dapat memilih metode 2FA melalui:

  • Buka aplikasi Instagram, masuk ke Profil
  • Klik ikon garis tiga di pojok kanan atas
  • Pilih Pusat Akun → Kata sandi dan keamanan → Autentikasi dua faktor
  • Pilih metode: SMS, kode autentikator (lebih aman), atau WhatsApp

Metode aplikasi autentikator lebih disarankan karena lebih aman dibanding SMS yang rentan terhadap serangan SIM swapping.

Ganti Password Secara Manual dan Berkala

Ubah kata sandi Instagram langsung melalui aplikasi, bukan melalui tautan email. Gunakan password yang kuat dengan karakteristik:

  • Minimal 12 karakter
  • Kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan simbol
  • Unik untuk setiap akun
  • Hindari informasi pribadi seperti tanggal lahir atau nama

Gantilah password minimal setiap tiga bulan sekali. Untuk mengganti password di Instagram, pergi ke Pusat Akun → Kata sandi dan keamanan → Kata sandi.

 

Periksa Perangkat yang Login

Secara berkala tinjau daftar perangkat yang aktif login ke akun Instagram Anda melalui Login Activity di menu Keamanan. Jika menemukan perangkat yang tidak dikenal atau mencurigakan, segera lakukan logout. Selain itu, tinjau aplikasi pihak ketiga yang terhubung dengan akun Anda dan cabut akses untuk aplikasi yang sudah tidak digunakan atau menimbulkan kekhawatiran keamanan.

Lapor ke Instagram Jika Mencurigakan

Jika Anda merasa akun benar-benar terancam, gunakan fitur Pusat Akun untuk mengecek aktivitas login yang mencurigakan dan segera ubah password. Instagram juga menyediakan pilihan untuk melaporkan email reset password yang mencurigakan langsung sebagai spam atau phishing.

Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, Anda dapat secara signifikan mengurangi risiko pembobolan akun Instagram. Ingat bahwa keamanan akun adalah tanggung jawab bersama antara pengguna dan platform—tetap waspada dan tidak perlu panik, namun tetap proaktif melindungi data pribadi Anda.

Topik Menarik