Prabowo Koreksi Desain dan Fungsi IKN, Minta Pembangunan Dipercepat

Prabowo Koreksi Desain dan Fungsi IKN, Minta Pembangunan Dipercepat

Ekonomi | okezone | Rabu, 14 Januari 2026 - 08:50
share

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan beberapa catatan usai mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Selasa, 13 Januari 2026. Prabowo juga menerima laporan perkembangan pembangunan KN dari Otorita IKN.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa sejak awal Presiden Prabowo memberikan perhatian agar pembangunan fasilitas negara tersebut dapat dipercepat. 

“Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif, yang harapannya bisa selesai di tahun 2028,” ujar Mensesneg dalam keterangannya kepada awak media di Kabupaten Malang.

Dalam rapat bersama OIKN tersebut, Presiden Prabowo memberikan sejumlah catatan atas paparan yang disampaikan. Menurutnya, catatan Presiden pada prinsipnya menekankan dua hal utama yakni perbaikan dan percepatan proses pembangunan.

"Jadi tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap pertama misalnya mengenai desain, kemudian mengenai fungsi, dan diminta terus-menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki," katanya.

 

Lebih lanjut, Mensesneg menegaskan bahwa percepatan tersebut ditujukan agar tiga fungsi utama pemerintahan di IKN dapat segera terwujud. “Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan supaya tiga fungsi bisa segera selesai,” lanjutnya.

Dari IKN, Presiden kemudian melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur untuk meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Pemerintah, kata Mensesneg, secara paralel terus membangun berbagai fasilitas pendidikan mulai dari sekolah rakyat untuk masyarakat desil 1 dan desil 2 hingga sekolah unggulan. 

"Sekali lagi ini memang kita bekerja keras untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas pendidikan kita. Sekolah rakyat untuk desil 1, desil 2 kita adakan, kita bangun. Kemudian yang sekolah unggulan juga kita bangun karena kita benar-benar ingin mempersiapkan sumber daya manusia kita, yang kita harapkan akan mengawaki kebangkitan Indonesia Emas 2045," tandasnya.

Topik Menarik