109 Tiang Monorel di Rasuna Said Dibongkar, Pramono Tegaskan Biaya Hanya Rp254 Juta

109 Tiang Monorel di Rasuna Said Dibongkar, Pramono Tegaskan Biaya Hanya Rp254 Juta

Terkini | okezone | Rabu, 14 Januari 2026 - 11:28
share

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyaksikan langsung groundbreaking pencopotan 109 tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026) pagi. Pemprov DKI Jakarta menganggarkan biaya pembongkaran sebesar Rp254 juta.

Pencopotan tiang monorel tersebut turut dihadiri mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (Bang Yos), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta Patris Yusrian Jaya, serta perwakilan dari KPK. Tiang monorel itu dibongkar setelah berdiri selama hampir 22 tahun di Jalan HR Rasuna Said.

"Saya hari ini bersama Bang Yos, Bapak Sutiyoso, kemudian Kajati, dan juga dari KPK, Bapak Tiar, melakukan penataan Jalan Rasuna Said yang dimulai dengan memotong tiang monorel yang sudah 21 hingga menginjak 22 tahun,” ujar Pramono usai menyaksikan pencopotan tiang monorel.

Pramono mengatakan, pembongkaran tiang monorel tersebut sudah tidak memiliki kendala dari sisi hukum. Ia juga menegaskan bahwa anggaran yang disiapkan untuk mencopot tiang monorel hanya sebesar Rp254 juta.

"Saudara-saudara sekalian, untuk biaya pembongkarannya sendiri sebenarnya Rp254 juta. Kemudian untuk penataan secara keseluruhan, mulai dari jalan, saluran air, taman, hingga pedestrian—diperkirakan mencapai Rp102 miliar," ungkap Pramono.

 

“Sehingga saya ingin meluruskan bahwa yang Rp100 miliar itu bukan untuk memotong tiangnya. Memotongnya hanya Rp254 juta,” tambahnya.

Ia memastikan Jalan HR Rasuna Said akan ditata agar terlihat lebih rapi dan nyaman. Dengan dibongkarnya tiang monorel, Pramono berharap arus lalu lintas di kawasan tersebut menjadi lebih lancar.

Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada Bang Yos yang telah merestui pembongkaran tiang monorel tersebut.

“Terus terang, pemancangan tiang ini dilakukan di era Bang Yos. Namun beliau juga merasa terganggu karena proyek ini tidak terselesaikan. Bukan karena Bang Yos tidak mau menyelesaikan, melainkan karena masa jabatannya telah berakhir dan terjadi pergantian kebijakan,” ucap Pramono.

“Dengan dukungan dari Kajati dan KPK, hari ini kita selesaikan. Mudah-mudahan ini menjadi penanda bahwa Jakarta sedang menata diri untuk memperbaiki fasilitas publik yang dimiliki,” pungkasnya.

Topik Menarik