Kisah Pebulu Tangkis Pramudya Kusumawardana, Sempat Panik Usai Tak Sengaja Hajar Wajah Hendra Setiawan
NAMA Pramudya Kusumawardana sempat menjadi perbincangan hangat di jagat bulu tangkis Tanah Air, bukan hanya karena prestasinya, melainkan karena sebuah momen emosional yang melibatkan rasa hormat kepada seniornya, Hendra Setiawan. Kini, meski telah menempuh jalan hidup baru di Australia, memori tentang duel sengit di lapangan tetap melekat kuat bagi para penggemar bulu tangkis.
1. Drama All England 2023
Salah satu fragmen paling tak terlupakan dalam karier Pramudya saat masih berseragam Merah Putih terjadi pada ajang All England 2023. Berpasangan dengan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, mereka harus berhadapan dengan tembok besar di babak pertama, yakni senior mereka sendiri, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan.
Pertandingan tersebut berlangsung sangat intens. Saat tensi memuncak, sebuah insiden tak terduga terjadi.
Pramudya melepaskan smash keras yang mendarat tepat di wajah Hendra Setiawan. Sang legenda terlihat meringis kesakitan akibat hantaman shuttlecock tersebut.
Dapat Bonus Rp1 Miliar Setelah Raih Emas SEA Games 2025, Basral Graito Hutomo Donasi ke Yatim Piatu
Pramudya sempat melakukan selebrasi spontan saat poin diraih, namun sedetik kemudian ia menyadari bahwa serangannya melukai sang senior.
Reaksi Pramudya langsung berubah drastis dari senang menjadi panik. Ia tertangkap kamera menunjukkan gestur sangat bersalah dengan mengangkat tangan memohon maaf dan memegang kepalanya, sebuah momen manusiawi yang sempat menuai sorotan tajam sekaligus simpati dari netizen di media sosial.
2. Babak Baru di Australia
Kini, kehidupan atlet yang akrab disapa Pram ini telah berubah total. Pada akhir 2023, ia mengambil keputusan besar untuk mundur dari pelatnas PBSI. Alasan utamanya saat itu adalah prioritas pendidikan, di mana ia memilih untuk melanjutkan studi di Australia.
Namun, kecintaan pada bulu tangkis tak bisa hilang begitu saja dari nadinya. Di Negeri Kanguru, Pramudya memulai transisi karier yang menarik. Ia tidak hanya fokus pada bangku kuliah, tetapi juga aktif menjadi pelatih di klub bulu tangkis setempat.
Seiring berjalannya waktu, Pramudya akhirnya kembali ke lapangan sebagai pemain kompetitif, namun kali ini di bawah bendera Australia. Ia kini aktif mewakili negara barunya tersebut di sektor ganda putra dan ganda campuran, membuktikan bahwa meski identitas negaranya telah berganti, semangat juangnya di lapangan tetap sama.










