Kemenhub Ungkap Kondisi Cuaca saat Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros

Kemenhub Ungkap Kondisi Cuaca saat Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros

Nasional | okezone | Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:44
share

JAKARTA - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa menuturkan, cuaca sedikit berawan ketika pesawat jenis ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (17/1/2026). Akan tetapi prakiraan cuaca ini masih menunggu konfirmasi kepastian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

1. Kondisi Cuaca

"Informasi awal terkait kondisi cuaca pada saat kejadian menunjukkan jarak pandang (visibility) sekitar 8 kilometer dengan kondisi cuaca di sekitar area dilaporkan sedikit berawan. Detail dan konfirmasi lebih lanjut masih dalam proses koordinasi dengan BMKG," kata Lukman dalam keterangan persnya, Sabtu (17/1/2026).

Pesawat udara jenis ATR 42-500 ini dilaporkan hilang kontak saat melintas di wilayah udara Kabupaten Maros, Sulsel. Pesawat lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar. 

"Jumlah orang di dalam pesawat (Persons on Board/POB) dilaporkan sebanyak 10 orang, terdiri atas 7 awak pesawat dan 3 penumpang," sambungnya.

Laporan hilang kontak itu diterima ketika pesawat ingin mendarat lalu diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. 

Namun, ketika hendak mendarat, pihak bandara tidak menerima sinyal dari pesawat.

"Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi," ujar Lukman.

 

Saat ini, tim SAR gabungan sedang melakukan evakuasi pencarian ke Pegunungan Kapur Bantimurung.

"Target pencarian di Pegunungan Kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Marros dan menjadi posko Basarnas di dekat lokasi," kata Lukman.

Ia menambahkan, helikopter milik TNI Angkatan Udara dikerahkan untuk memaksimalkan upaya pencarian pesawat. AirNav Indonesia saat ini menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (Notam) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan.

"Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas," katanya.
 

Topik Menarik