IHSG Sesi I Melemah 0,16 ke 9.060

IHSG Sesi I Melemah 0,16 ke 9.060

Ekonomi | okezone | Senin, 19 Januari 2026 - 12:32
share

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I ditutup di zona merah. IHSG turun 0,16 ke level 9.060.

LQ45 turun 0,13 ke 888,320. IDX LQ45 LCL turun 0,37 ke 119,083.

IDX30 menguat 0,06 ke 452,744. Kemudian IDX80 turun 0,08 ke 139,699.

Meski demikian, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, memproyeksikan indeks saham akan bergerak dalam rentang yang terbatas seiring dinamika pasar global dan domestik.

“Memasuki pekan 19–23 Januari 2026, fokus pasar akan beralih pada serangkaian rilis data dan keputusan kebijakan global dan domestik, sehingga dalam sepekan ke depan IHSG diprediksi cenderung ke fase konsolidasi dengan rentang support di 9.000 dan resistance di 9.200,” jelas Imam dalam risetnya, Senin (19/1/2026).

Salah satu sentimen utama yang dicermati investor domestik adalah arah kebijakan moneter Bank Indonesia. Pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian kebijakan tarif dagang Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara NATO dan Eropa.

Di sisi lain, aliran modal asing terpantau masih deras masuk ke pasar keuangan dalam negeri. Sepanjang sepekan terakhir, investor asing membukukan beli bersih (net buy) mencapai Rp3,2 triliun.

Arus dana ini mencerminkan kepercayaan global terhadap fundamental ekonomi Indonesia, di mana penjualan ritel November 2025 tumbuh 6,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), laju tercepat sejak Maret 2024.

Secara global, pelaku pasar juga akan memantau rilis pertumbuhan ekonomi China kuartal IV 2025 yang diperkirakan berada di angka 4,4 persen (yoy), serta data inflasi AS (Core PCE Price Index) yang menjadi rujukan utama Federal Reserve dalam menentukan kebijakan suku bunga.

 

Merespons kondisi pasar yang terkonsolidasi, IPOT merekomendasikan strategi investasi pada saham-saham yang menjadi incaran asing serta instrumen pendapatan tetap.

JPFA (Buy): Saham unggas ini diprediksi mendapat katalis positif dari lonjakan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026.

"Kenaikan alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 menjadi Rp335 triliun, melonjak lebih dari 5 kali lipat dibandingkan realisasi tahun lalu Rp51,5 triliun, menjadi katalis struktural yang sangat kuat bagi JPFA," ungkap Imam.

BBRI (Buy on Breakout): Didorong oleh kembalinya kepercayaan investor global.

"Untuk BBRI, sentimen utamanya datang dari arus dana asing. Dalam sepekan terakhir, investor asing tercatat melakukan net buy BBRI sebesar Rp575,7 miliar," tambahnya.

AADI (Buy on Breakout): Direkomendasikan seiring penguatan harga batu bara global yang mendekati level tertinggi satu bulan terakhir akibat permintaan dari China.

Obligasi BAFI03BCN4: Bagi investor yang menghindari volatilitas tinggi, IPOT merekomendasikan Obligasi Berkelanjutan III Bussan Auto Finance Tahap IV Tahun 2025 Seri B dengan kupon 5,65 persen per tahun.

Topik Menarik