Korban Kecelakaan Kereta Cepat Bertambah Jadi 39 Orang, Spanyol Umumkan 3 Hari Berkabung

Korban Kecelakaan Kereta Cepat Bertambah Jadi 39 Orang, Spanyol Umumkan 3 Hari Berkabung

Terkini | okezone | Senin, 19 Januari 2026 - 22:07
share

ADAMUZ — Jumlah korban tewas akibat kecelakaan kereta di Spanyol telah bertambah menjadi 39 orang, menurut keterangan kepolisian pada Senin (19/1/2026). Insiden tersebut melibatkan dua kereta berkecepatan tinggi, saat salah satunya tergelincir keluar rel dan bertabrakan dengan kereta lain yang melaju kencang dari arah berlawanan.

Benturan dahsyat yang terjadi melempar gerbong depan kereta kedua keluar dari rel, menyebabkannya jatuh menuruni lereng setinggi 4 meter. Beberapa jenazah ditemukan ratusan meter dari lokasi kecelakaan, dengan kemungkinan masih ada jenazah lain yang bisa ditemukan di dalam puing kereta yang telah berubah menjadi tumpukan logam bengkok.

Upaya pencarian jenazah terus berlanjut pada Senin, dan jumlah korban tewas bisa meningkat. Pihak berwenang juga fokus pada pemberian dukungan kepada ratusan anggota keluarga yang berduka serta meminta mereka memberikan sampel DNA untuk membantu identifikasi para korban, demikian diwartakan Associated Press.

Kecelakaan itu terjadi pada Minggu (18/1/2026) pukul 19.45 waktu setempat, ketika bagian belakang kereta yang membawa 289 penumpang dalam perjalanan dari Malaga ke ibu kota Madrid keluar dari rel. Kereta tersebut menabrak kereta lain yang datang dari arah berlawanan, berangkat dari Madrid menuju Huelva, kota lain di Spanyol selatan, menurut operator kereta api Adif.

 

Bagian depan kereta kedua, yang membawa hampir 200 penumpang, menerima dampak paling besar, kata Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente. Tabrakan itu membuat dua gerbong pertama keluar dari rel. Puente mengatakan bahwa tampaknya sebagian besar kematian terjadi di gerbong-gerbong tersebut.

Pihak berwenang menyatakan semua korban selamat telah dievakuasi pada pagi hari.

PM Spanyol Umumkan Tiga Hari Berkabung

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyatakan tiga hari berkabung nasional untuk para korban kecelakaan tersebut.

“Hari ini adalah hari duka bagi seluruh Spanyol,” kata Sánchez saat mengunjungi Adamuz, sebuah desa di dekat lokasi kecelakaan.

Layanan darurat regional Andalusia mengatakan 43 orang masih dirawat di rumah sakit, 12 di antaranya berada di unit perawatan intensif. Sebanyak 79 penumpang lainnya dipulangkan pada Senin sore, kata pihak berwenang.

Layanan kereta api pada Senin antara Madrid dan kota-kota di Andalusia dibatalkan.

 

Spanyol telah menghabiskan puluhan tahun berinvestasi besar-besaran dalam kereta api berkecepatan tinggi dan saat ini memiliki jaringan terbesar di Eropa untuk kereta yang bergerak lebih dari 250 km/jam, dengan lebih dari 3.100 kilometer jalur rel, menurut Uni Eropa.

Kecelakaan pada Minggu adalah kecelakaan pertama dengan korban jiwa di kereta berkecepatan tinggi sejak jaringan tersebut membuka jalur pertamanya pada 1992.

Kecelakaan kereta api terburuk di Spanyol abad ini terjadi pada 2013, ketika 80 orang tewas setelah sebuah kereta tergelincir di barat laut negara itu. Investigasi menyimpulkan bahwa kereta tersebut melaju dengan kecepatan 179 km/jam di jalur dengan batas kecepatan 80 km/jam ketika keluar dari rel.

Topik Menarik