KRL Tanah Abang–Rangkasbitung Hanya Gunakan Satu Jalur Gegara Longsor
JAKARTA - Perjalanan KRL Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung (Green Line) mengalami gangguan operasional pada Kamis (22/1/2026). Gangguan ini disebabkan oleh kendala pada tiang Listrik Aliran Atas (LAA) yang terdampak longsor di jalur KA antara Stasiun Maja dan Stasiun Tigaraksa.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengonfirmasi bahwa tiang LAA tersebut menjorok ke arah jalur kereta api sehingga membahayakan perjalanan. Akibatnya, saat ini jalur di lokasi tersebut hanya dapat digunakan secara bergantian dengan satu jalur.
“Betul, pagi ini terdapat gangguan operasional berupa tiang LAA yang menjorok ke jalur KA. Jalur yang terdampak berada di lintas Maja–Tigaraksa. Saat ini satu jalur sudah dapat dilalui, yaitu dari Stasiun Tigaraksa menuju Stasiun Maja, dengan pembatasan kecepatan,” ujar Karina saat dikonfirmasi Okezone.
Karina memastikan tim teknis dari KAI Commuter telah berada di lokasi untuk melakukan perbaikan darurat. Fokus utama petugas adalah mengamankan tiang LAA dan menormalisasi jalur dari Stasiun Maja menuju Stasiun Tigaraksa agar perjalanan kembali lancar di kedua arah.
“Saat ini petugas di lokasi masih terus berupaya maksimal melakukan perbaikan agar jalur dari Stasiun Maja menuju Stasiun Tigaraksa dapat segera normal kembali,” lanjutnya.
Akibat gangguan ini, terjadi penumpukan penumpang dan keterlambatan jadwal keberangkatan di sejumlah stasiun lintas Green Line. Karina mengimbau para pengguna yang tidak dapat menunggu proses perbaikan untuk mencari alternatif transportasi lain.
“Mempertimbangkan penanganan yang sedang dilakukan, bagi pengguna lintas Rangkasbitung–Maja yang tidak dapat menunggu, dapat menggunakan moda transportasi lain yang tersedia dan menyesuaikan kembali perjalanannya,” tambah Karina.
Karina juga memastikan pihaknya akan terus memberikan informasi terkini mengenai perkembangan perbaikan dan rekayasa pola operasi melalui kanal-kanal resmi serta petugas di stasiun.
“Kami mohon maaf atas kendala dan keterlambatan yang terjadi,” tutupnya.










