Gareth Bale Komentari Pemecatan Xabi Alonso: Real Madrid Enggak Butuh Pelatih Kaya Taktik!
GARETH Bale mengaku paham mengapa Xabi Alonso dipecat dari Real Madrid. Menurutnya, tim sebesar Los Blancos lebih membutuhkan pelatih yang bisa menguasai ruang ganti ketimbang paham taktik.
Alonso datang di awal musim 2025-2026 dengan harapan tinggi. Pria berkebangsaan Spanyol itu panen puja dan puji saat menangani Bayer Leverkusen.
Betapa tidak, Die Werkself diantarnya meraih masing-masing satu trofi Bundesliga, DFB Pokal, dan Piala Super Jerman. Ia punya rekor 89 kemenangan, 32 seri, dan 19 kali kalah, dalam 140 laga bareng Leverkusen di semua kompetisi.
1. Taktik
Selain torehan trofi, Alonso dipuji karena keberaniannya memainkan taktik menyerang yang indah. Hal ini membuat manajemen Madrid terpesona dan rela mengangkutnya dari Stadion BayArena.
Apa daya, rezim Alonso hanya berumur jagung. Ia dipecat setelah hanya menangani Madrid dalam 28 laga di semua kompetisi dengan 20 kemenangan, 3 imbang, dan 5 kali kalah.
2. Ruang Ganti Tidak Harmonis
Penyebab utama pemecatan Alonso disebut-sebut situasi ruang ganti yang tidak harmonis. Sejumlah pemain Madrid tampak tidak senang dengannya seperti Vinicius Jr dan Federico Valverde.
Bale paham mengapa Alonso dipecat. Ia tidak menampik pria berusia 44 tahun tersebut adalah pelatih fantastis, salah satu yang berbakat di Eropa. Tapi, Madrid tidak membutuhkan sosok sepertinya.
“Alonso adalah pelatih luar biasa. Dia memenangi gelar bersama Bayer Leverkusen, dia melatih tim itu dengan sangat baik,” kata Bale, mengutip dari Football Espana, Kamis (22/1/2026).
“Tapi, ketika Anda tiba di Real Madrid, Anda tidak perlu menjadi pelatih, Anda harus menjadi manajer. Anda harus mengatur ego (pemain) di ruang ganti,” sambung pria asal Wales tersebut.
“Anda tidak perlu banyak bicara soal taktik. Di ruang ganti, ada pemain-pemain bintang yang bisa mengubah laga dalam sekejap. Ya, dia adalah pelatih hebat dan juru taktik hebat, tapi di Madrid, itu jelas tidak bekerja dengan baik,” tandasnya.
Perkataan Bale bisa jadi benar. Sebab, skuad Madrid yang dipimpin Alonso merupakan warisan dari Carlo Ancelotti, sosok yang banyak dibilang memiliki kharisma serta pendekatan yang mampu membuat pemain merasa nyaman.










