Turap Setu Lampiri Jebol, Ratusan Rumah Warga di Bogor Terendam Banjir

Turap Setu Lampiri Jebol, Ratusan Rumah Warga di Bogor Terendam Banjir

Terkini | okezone | Sabtu, 24 Januari 2026 - 19:10
share

JAKARTA -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kejadian banjir yang menerjang wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Banjir tersebut berdampak pada dua wilayah, yakni Desa Taman Sari di Kecamatan Rumpin dan Desa Cibunar di Kecamatan Parung Panjang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh kerusakan infrastruktur atau jebolnya turap Setu Lampiri.

"Banjir disebabkan oleh jebolnya turap Setu Lampiri, sehingga luapan air yang cukup deras memasuki permukiman warga," ujar Abdul Muhari, Sabtu (24/1/2026).

Aam -- panggilan akrabnya -- mengatakan berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, tercatat sedikitnya 78 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 259 jiwa terdampak oleh peristiwa ini. Selain itu, sebanyak 78 unit rumah warga dilaporkan terendam air.

Petugas BPBD Kabupaten Bogor terus bersiaga di lokasi untuk berkoordinasi dengan aparat desa setempat.

Upaya penanganan darurat terus dilakukan, mulai dari pendataan mendalam, pendistribusian logistik bagi warga terdampak, hingga perbaikan sementara pada tanggul yang jebol guna mencegah luapan air susulan.

BNPB juga memberikan peringatan dini terkait kondisi cuaca ke depan. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi diguyur hujan pada periode 25 hingga 26 Januari 2026.

 

Masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan angin kencang.

Wilayah yang diprediksi terdampak signifikan antara lain Pulau Jawa, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Papua.

Menyikapi situasi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. "Bagi warga yang tinggal di daerah bantaran sungai, kami minta untuk selalu memantau ketinggian air secara berkala," imbaunya.

 

Aam juga meminta warga untuk segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang lama.

"Pemahaman terhadap jalur evakuasi serta pembaruan informasi cuaca dari lembaga resmi menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko korban jiwa,"pungkasnya.

Topik Menarik