Waspada Overdosis Gula Tanpa Disadari, Tiba-Tiba Bisa Kena Diabetes dan Gagal Ginjal

Waspada Overdosis Gula Tanpa Disadari, Tiba-Tiba Bisa Kena Diabetes dan Gagal Ginjal

Gaya Hidup | okezone | Minggu, 25 Januari 2026 - 14:05
share

JAKARTA - Konsumsi minuman manis kemasan secara berlebihan dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus diabetes dan gagal ginjal di Indonesia. Kebiasaan ini kerap terjadi tanpa disadari, terutama saat aktivitas kerja seperti rapat atau pertemuan, di mana minuman manis kerap tersaji di atas meja.

Menteri Kesehatan Budi G Sadikin mengatakan, minuman manis kemasan memang terasa segar dan nikmat, namun di balik rasa tersebut tersimpan kandungan gula yang cukup tinggi. Dalam satu botol minuman manis kemasan, rata-rata terkandung sekitar 20–35 gram gula. 

(Menteri Kesehatan Budi G Sadikin. Foto: IG Budi G Sadikin) 

"Padahal, asupan gula harian yang dianjurkan untuk tubuh maksimal hanya 50 gram per hari," ujarnya, seperti dikutip dari akun Instagram miliknya, Minggu (25/1/2026). 

Jika dalam satu hari seseorang mengonsumsi jus kemasan di pagi hari, teh botolan saat siang, dan kopi susu di sore hari, maka lanjutnya, asupan gula bisa dengan mudah melampaui batas aman. Kondisi ini membuat kerja ginjal menjadi lebih berat dan berisiko memicu diabetes melitus yang dalam jangka panjang dapat berujung pada gagal ginjal.

 

Dampak serius dari konsumsi gula berlebih tidak hanya berhenti pada diabetes, tetapi juga berpotensi membuat penderita harus menjalani cuci darah seumur hidup akibat kerusakan fungsi ginjal. 
"Oleh karena itu, lebih sadar dan bijak dalam mengonsumsi gula setiap harinya ya," ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat juga didorong untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatan, khususnya kadar gula darah dan fungsi ginjal. "Ada program cek kesehatan gratis yang dapat dimanfaatkan di puskesmas terdekat," imbuhnya. 

Pemeriksaan ini dinilai penting, terutama bagi kelompok usia di atas 40 tahun, yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit tidak menular seperti diabetes dan gangguan ginjal. Dengan deteksi dini, risiko komplikasi serius dapat dicegah sejak awal.

Topik Menarik