Ahok Ungkap Hampir Lempar Botol saat Jadi Komut Pertamina Gara-Gara Pencopotan Direksi
JAKARTA - Eks Komisaris Utama (Komut) PT. Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku hampir melempar botol ke seorang corporate secretary (corsec). Hal itu terjadi terkait adanya pencopotan salah satu direksi holding Pertamina.
1. Hampir Lempar Botol
Hal itu ia sampaikan saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026).
"Terkait dengan pengadaan yang kemudian memenangkan salah satu deputi yang sebetulnya tidak masuk daftar seleksi jadi temuan BPK? Saudara dapat informasi?" tanya jaksa.
"Nah itu kami tidak tahu Pak karena semua pengangkatan langsung oleh Menteri BUMN Pak. Tinggal surat bahkan kami dicopot pun kami dilantik pun kita tidak pernah diajak negosiasi," jawab Ahok.
Ia kemudian menceritakan salah satu momen emosional pada awal-awal ia menjabat sebagai komut. Ia mengaku heran terdapat pergantian direksi tanpa sepengetahuannya sebagai komut.
Penyebab Kapal Rombongan Camat dan Tim Dompet Dhuafa Tenggelam di Pangkep Tewaskan 3 Orang
"Saya marah di dalam rapat, 'ini apa-apaan kok komut enggak tahu ada direktur diganti dari menteri', lalu ada bagian corsec, saya lupa corsec itu corporate secretary, dia angkat tangan, 'mohon maaf Pak komut, Pak komut itu enggak berhak untuk menentukan direksi mana diganti mana enggak, itu haknya Menteri BUMN'," ungkap Ahok.
"Saya waktu itu mau saya lempar pakai botol air minum sudah dia gituin saya," sambungnya.
Diketahui, Ahok duduk di kursi saksi untuk sejumlah terdakwa, yakni Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak, Muhamad Kerry Adrianto Riza; Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi; VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional, Agus Purwono.
Selanjutnya, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan; Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, Sani Dinar Saifuddin; Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya; dan VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga, Edward Corne.










