Novel Bamukmin Sebut FPI Sempat Desak Pandji Pragiwaksono Minta Maaf Sebelum Lapor Polisi
JAKARTA - Pelapor kasus dugaan penistaan agama yang menyeret komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin menyebutkan, laporan yang dibuatnya itu sejatinya berdasarkan edaran dari Front Persaudaraan Islam (FPI). Bahkan, FPI sempat meminta Pandji untuk meminta maaf.
1. Tuntut Minta Maaf
"Karena memang sebelumnya saya jelaskan saya membaca edaran dari Front Persaudaraan Islam (FPI), itu sudah memberikan toleransi kepada Pandji untuk selama 2x24 jam untuk mengklarifikasi dan meminta maaf kepada umat Islam karena persoalan ini gaduh," ujarnya dalam program Rakyat Bersuara di Youtube Official iNews bertema "Mens Rea Panji, Lawakan atau Penghinaan?" pada Selasa (27/1/2026)
Menurutnya, pernyataan Komika Pandji dalam program Mens Rea itu sejatinya telah membuat gaduh di kalangan masyarakat. Akibat pernyataan itu, banyak orang membuat laporan atas dugaan penistaan agama terhadap Pandji.
"Persoalan ini ramai sehingga laporan demi laporan masih berjalan terus dan Polda sampai saat ini masih menerima laporan-laporan itu," tuturnya.
Ia menerangkan, berdasarkan yang di hitung, setidaknya ada lebih dari 10 laporan yang masuk ke kantor polisi mempersoalkan dugaan penistaan agama. Misalnya saja dari orang yang mengatasnamakan NU, Muhammadiyah, hingga Advokat Persaudaraan Islam (API).
"Kalau dihitung saya, lebih dari 10 (laporan terhadap Pandji) karena saya bilang saya yang ke 10, bukan masih banyak lagi, begitu. Kaitannya semuanya dugaan penodaan agama," ucapnya.
Dia mengungkap, laporan yang dibuatnya merujuk pada edaran dari Front Persaudaraan Islam (FPI). Edaran itu pun telah memberikan toleransi terhadap Komika Pandji untuk segera membuat klarifikasi dan permintaan maaf. Hanya saja, Pandji tak meresponsnya.
Novel menambahkan, paling tidak ada 5 kalimat yang menjadi poin dia melaporkan Komika Pandji ke polisi. Dari 5 kalimat itu, dia kalimat dimaksud adalah "Memang harus diakui alasan kita pilih pemimpin harus lebih baik, soalnya alasan lu aneh-aneh". "Ada orang milih pemimpin berdasarkan ibadahnya".
Detik-Detik Mencekam Tenda Pernikahan di Cirebon Roboh Disapu Angin Kencang, Tamu Berhamburan
"Yang kita ambil adalah alasan lu aneh-aneh, alasan apa yang aneh-aneh? Yaitu memimpin berdasarkan ibadahnya. Apa yang saya simpulkan dan rangkumkan bahwa orang yang milih memimpin berdasarkan ibadahnya itu aneh, pengertian yang saya sampaikan pada penyidik (seperti itu)," katanya.










