Kisah Pemain asal Belanda Sebut Indonesia Negara Miskin yang Prestasi Sepakbolanya Tidak Ada Apa-apanya

Kisah Pemain asal Belanda Sebut Indonesia Negara Miskin yang Prestasi Sepakbolanya Tidak Ada Apa-apanya

Terkini | okezone | Jum'at, 30 Januari 2026 - 21:07
share

KISAH pemain asal Belanda, Anco Jansen, yang menyebut Indonesia negara miskin yang prestasi sepakbolanya tidak ada apa-apanya akan diulas Okezone. Anco Jansen sempat satu musim berkarier di Liga Indonesia, tepatnya bersama PSM Makassar pada 2021-2022.

Dari pengalaman di atas, Anco Jansen memberi kesan buruk untuk Indonesia. Ia menyebut Indonesia sebagai negara miskin, tapi masyarakatnya memiliki smartphone berharga mahal.

1. Anco Jansen Sering Diserang Netizen Indonesia

Anco Jansen saat membela PSM Makassar. (Foto: Instagram/@psm_makassar)

Ketika pertama kali tiba di Indonesia, Anco Jansen yang biasa bermain sebagai winger mendapatkan pesan dari rekan setimnya. Ia diminta tidak membuka media sosial jika bermain buruk di sebuah pertandingan.

 “Ya itu terutama karena media sosial. Saya main di sana saat pandemi. Indonesia negara sangat miskin, tapi semua punya smartphone dan instagram sangat populer di sana,” kata Anco Jansen dalam podcast bertajuk Voetbalpraat.

“Kalau gagal mencetak gol, saya mendapat saran agar jangan melihat media sosial selama dua hari ,” lanjut pemain yang mengemas lima gol dan satu assist dari 20 laga Liga 1 2021-2022 bersama PSM Makassar tersebut.

2. Fasilitas Sepakbola di Indonesia Terbatas

Pemain yang sudah memutuskan pensiun sebagai pesepakbola profesional ini juga blak-blakan soal fasilitas sepakbola di Tanah Air. Ia menyebut fasilitas sepakbola di Indonesia jauh dari kata baik.

 

“Fasilitas, akademi, pelatih di sana terbatas. Itu cukup menjelaskan. Itu yang saya pahami. Para pemain naturalisasi mendapat jutaan pengikut dan menjadi menarik perhatian. Tapi, sepakbola di Indonesia sebenarnya tidak ada apa-apanya,” lanjut Anco Jansen.

3. Sepakbola Indonesia Pelan-Pelan Naik Level

Meski begitu, sepakbola Indonesia pelan-pelan naik level. Ketua Umum PSSI Erick Thohir beserta jajarannya sedang membenahi semuanya. Pembinaan usia dini tidak dilupakan, salah satunya dengan menggelar kompetisi Elite Pro Academy (EPA) untuk U-16, U-18 dan U-20.

Perbaikan kualitas kompetisi juga dilakukan PSSI, salah satunya dengan peningkatan kualitas wasit dan penggunaan Video Asisstant Referee (VAR). Ujung-ujungnya dari usaha di atas adalah mendapatkan tim nasional yang kuat.

Persib Bandung melaju jauh di AFC Champions League 2 2025-2026. (Foto: Instagram/@persib)

Di level klub, klub-klub sepakbola Tanah Air melaju ke fase gugur kompetisi antarklub Asia. Persib Bandung lolos ke 16 besar AFC Champions League 2 2025-2026, sedangkan Dewa United melaju ke perempatfinal AFC Challenge League 2025-2026.

Sementara Timnas Indonesia juga berkembang. Tak tanggung-tanggung, Timnas Indonesia lolos ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Topik Menarik