Dubes Afghanistan Temui FFI, Buka Kerjasama Kembangkan Futsal

Dubes Afghanistan Temui FFI, Buka Kerjasama Kembangkan Futsal

Terkini | okezone | Senin, 2 Februari 2026 - 12:07
share

DUTA Besar Afghanistan untuk Indonesia bertemu Federasi Futsal Indonesia (FFI). Pertemuan ini membahas kerjasama mengembangkan cabang olahraga (cabor) futsal. Pertemuan itu berlangsung di Park Tower, MNC Center, Jakarta pada Senin (2/2/2026) pagi WIB. Dalam pertemuan itu, hadir Ketua Umum FFI, Michael Victor Sianipar, dan perwakilan Dubes Afghanistan untuk Indonesia.

Michael Sianipar mengungkapkan, pertemuan singkat ini membahas beberapa hal. Di antaranya adalah peluang kerjasama antara Indonesia dan Afghanistan dalam pengembangan olahraga futsal.

Ketum FFI siap kerjasama dengan Afghanistan soal olahraga futsal. (Foto: Aziz/MNC)

"Nah, tapi balik ke tadi pertemuannya, Pak Menteri dari Afghanistan menyampaikan keinginan supaya bisa mengembangkan futsal bersama-sama," kata Michael Sianipar kepada Okezone di Park Tower, Jakarta pada Senin (2/2/2026).

1. Potensi Pertukaran Pemain di Level Klub

Michael Sianipar mengatakan pertemuan ini juga membicarakan peluang cabang olahraga futsal masuk dalam ajang Asian Games hingga Olimpiade. Selain itu, Afghanistan dan Indonesia juga membuka peluang 'pertukaran' pemain di tingkat klub.

"Jadi itu satu hal yang kita sepakati. Dan di luar dari itu juga kita bicara soal pertukaran-pertukaran antara Indonesia dan Afghanistan. Karena Afghanistan punya banyak pemain yang luar biasa, dan dari Pak Menteri Afghanistan ini menyampaikan harapannya pemain-pemain Afghanistan juga bisa ada yang main di klub-klub di Indonesia," jelas Michael Sianipar.

2. Saling Undang Turnamen Futsal

Kedua belah pihak juga sepakat membuka peluang saling mengundang jika ada turnamen futsal di negara masing-masing. Michael Sianipar berharap, kerjasama ini menjadi awal yang baik bagi Indonesia dan Afghanistan.

 

“Jadi kalau nanti ada event, ada negara Afghanistan kita diundang, atau sebaliknya kalau Indonesia bikin event futsal lagi internasional, kita juga bisa mengundang Afghanistan. Jadi itu kerja sama-kerja sama yang kita sepakat untuk kita kembangkan ke depan," tutur Michael Sianipar.

Kata Michael Sianipar, kerjasama ini mash bersifat Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman. Poin-poin kerjasama masih bisa dikembangkan ke depannya.

"Ya, jadi kesepakatan tadi adalah kita mau menuangkan ke dalam dokumen, dokumen hukum. Tentu sifatnya masih MOU, jadi mungkin belum spesifik atau mengunci, tapi kita mau menunjukkan bahwa ada komitmen yang kita akan bangun. Dan ini kolaborasi dari dua negara sahabat, Afghanistan dan Indonesia," tutup Michael Sianipar.

Topik Menarik