Disebut dalam Berkas Epstein, Mantan PM Norwegia Diselidiki Terkait Dugaan Korupsi

Disebut dalam Berkas Epstein, Mantan PM Norwegia Diselidiki Terkait Dugaan Korupsi

Terkini | okezone | Minggu, 8 Februari 2026 - 14:09
share

JAKARTA – Norwegia telah meluncurkan penyelidikan terhadap mantan Perdana Menteri Thorbjorn Jagland atas dugaan korupsi berat yang berawal dari hubungannya dengan pelaku kejahatan seksual dan pengusaha keuangan Amerika Serikat (AS), Jeffrey Epstein.

Jagland menjabat sebagai perdana menteri dari 1996 hingga 1997. Ia juga menjabat sebagai sekretaris jenderal Dewan Eropa dari 2009 hingga 2019 serta memimpin Komite Nobel Norwegia dari 2009 hingga 2015.

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (5/2/2026), badan antikorupsi Norwegia, Okokrim, mengatakan telah meminta Kementerian Luar Negeri untuk mencabut kekebalan yang diberikan kepada Jagland sebagai mantan diplomat. Kepala Okokrim, Pal Lonseth, menyebut penyelidikan akan berfokus pada apakah Jagland menerima hadiah atau bantuan terkait jabatannya.

Politisi veteran itu disebutkan beberapa kali dalam sejumlah berkas dari dokumen Epstein yang dirilis pekan lalu oleh pihak berwenang AS.

 

Dalam sebuah email kepada Epstein pada Mei 2012, Jagland menulis, "Saya telah berada di Tirana (Albania) bersama gadis-gadis luar biasa." Dalam email lain dari Januari 2013, mantan perdana menteri itu menulis tentang rencana untuk mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia bersama istri dan putra-putranya, menambahkan, "Saya tidak bisa terus seperti ini hanya dengan wanita muda seperti yang Anda ketahui."

Pada Senin (2/2/2026), Jagland mengatakan kepada surat kabar VG bahwa email-email tersebut berisi "jargon yang memalukan" yang dapat disalahartikan. Ia menegaskan tidak pernah mengunjungi properti Epstein tanpa kehadiran istrinya dan membantah pernah tinggal di pulau Epstein.

 

Pengacara Jagland, Anders Brosveet, mengatakan ia akan menyerahkan semua informasi relevan kepada para penyelidik.

"Berdasarkan apa yang telah kami temukan sejauh ini, kami yakin dengan hasilnya," kata Brosveet kepada Reuters.

Topik Menarik