Dewan Pers Sebut Media Mainstream Masih Jadi Referensi Masyarakat, Ini Buktinya

Dewan Pers Sebut Media Mainstream Masih Jadi Referensi Masyarakat, Ini Buktinya

Terkini | inews | Minggu, 8 Februari 2026 - 17:11
share

JAKARTA, iNews.id - Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat memastikan media mainstream masih menjadi referensi utama masyarakat dalam mencari kebenaran informasi. Meskipun saat ini media sosial saat ini masih menjadi pilihan warga.

Hal ini disampaikan Komaruddin di acara Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional 2026 yang diselenggarakan di Aston Serang Hotel, Banten, Minggu (8/2/2026). 

"Sebagian masyarakat sedang asik senang mencitai mainan medsos, penuh sensasi, manjakan emosi tapi masyarakat ketika ditanya apa yang paling anda cari ketika dalam kebingungan dan toxic, lelah, bingung yang dicari media mainstream. Media mainstream Tetep menjadi referensi masyarakat," ujar Komaruddin. 

Komaruddin menegaskan, media arus utama masih menjadi acuan bagi masyarakat. Dengan kata lain, pers masih dibutuhkan peran sentralnya dalam menyaring dan menyajikan informasi. 

"Dengan demikian pers merupakan lembaga penyulingan bagaimana menemukan dan mengemas. Sehingga banyak air bersih ditawarkan ke masyarakat. Suatu saat masyarakat akan jenuh terhadap berita toxic," tuturnya. 

Dia mengaku, memang banyak pihak yang merasa kebingungan di era disrupsi seperti dewasa ini. Namun, katanya hal itu merupakan mata rantai dari bagian perjalanan sejarah. 

Menurut Komaruddin, terdapat tiga kelompok di tengah era disrupsi media. Pertama, kelompok masyarakat yang selalu merasa kalah dan mereka selalu mengeluh. Kemudian, ada kelompok yang wait and see sembari survive. 

"Ada kelompok kreatif, pionir yang dia mengatasi, bagaimana menghadapi, membuka dunia baru di balik disrupsi itu," katanya.

Topik Menarik