Tak Takut Hadapi Era AI, MNC University Justru Ingin Jadi Pelopor
JAKARTA - Rektor MNC University, Dendi Pratama, menegaskan komitmennya untuk beradaptasi menghadapi perkembangan dunia digital dengan masuknya teknologi Artificial Intelligence (AI), terutama di industri kreatif. Menurutnya, kampus justru harus berada di barisan terdepan dan siap menghadapi perubahan tersebut.
Hal itu ia sampaikan dalam acara Launching Video Klip Mahalini Karya Mahasiswa MNC University di MNC Tower, Kebon Jeruk, Kamis (12/2/2026). Dendi menyampaikan bahwa langkah MNC University mengintegrasikan AI ke dalam kurikulum tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui berbagai transformasi yang dilakukan di kampus.
“Tahun lalu kita mengubah logo, kita rombak semuanya, termasuk kurikulum. Mahasiswa baru semester satu sudah banyak aktivitas di luar kelas. Hari ini kita melihat hasil nyata dari transformasi itu,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, keputusan MNC University untuk serius mengembangkan AI dipicu oleh arah strategis MNC Group yang semakin fokus pada teknologi, termasuk AI. Bahkan, sebagai tindak lanjut, MNC University membentuk departemen pengembangan AI yang memiliki dua fokus utama, yakni pengembangan AI berbasis IT dan AI di bidang kreatif.
Hasil awal dari langkah tersebut ditunjukkan melalui peluncuran video klip Mahalini dan Nuca versi AI yang dikerjakan oleh mahasiswa semester pertama Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) pada hari ini.
“Ketika MNC Group sudah lari ke AI, tidak mungkin kampusnya belakangan. Kampus harus di depan, harus mempersiapkan mahasiswa, dosen, dan seluruh ekosistemnya karena ke depan hampir semuanya akan berbasis AI,” jelasnya.
“Hari ini kita melihat hasilnya. Mahasiswa semester satu bisa menghasilkan karya full AI yang kualitasnya sudah mendekati produksi industri. Ini sesuatu yang luar biasa dan patut diapresiasi,” tambahnya.
AI di Industri Kreatif
Dalam kesempatan itu, Dendi juga menanggapi perdebatan mengenai kehadiran AI di industri kreatif. Menurutnya, teknologi ini tidak menggantikan profesi yang sudah ada, namun hanya sekadar alat.
Ia pun menegaskan bahwa yang dibutuhkan adalah adaptasi. Begitu pun yang akan dilakukan MNC University ke depannya, yaitu membuka kelas khusus DKV berbasis AI yang dirancang sejak semester awal hingga mahasiswa lulus.
“Banyak yang takut AI akan menggantikan ilustrator, fotografer, animator. Tapi bagi kami, AI tetap alat. Sama seperti dulu saat fotografi digital masuk, yang diperlukan adalah adaptasi,” tegasnya.
“Kami ingin lebih dulu bermain di AI di bidang kreatif. Mudah-mudahan MNC University bisa menjadi pelopor pengembangan AI di industri kreatif,” ujar rektor.










