Kisah Pebulu Tangkis Mohammad Ahsan, Legenda dengan Satu Kepingan Puzzle yang Hilang

Kisah Pebulu Tangkis Mohammad Ahsan, Legenda dengan Satu Kepingan Puzzle yang Hilang

Olahraga | okezone | Minggu, 8 Maret 2026 - 15:40
share

MOHAMMAD Ahsan tetaplah menjadi salah satu nama terbesar dalam sejarah bulu tangkis Indonesia. Dengan rentetan gelar bergengsi yang telah diraihnya, pria yang akrab disapa Babah ini adalah definisi dari kesuksesan di lapangan hijau.

Namun, di balik koleksi trofi juara dunianya yang mentereng, tersimpan sebuah cerita melankolis mengenai satu impian yang tak pernah sempat ia genggam hingga akhir karier profesionalnya: medali Olimpiade.

Bersama rekan duet setianya, Hendra Setiawan, Ahsan telah menaklukkan dunia dengan menjadi juara dunia sebanyak tiga kali, yakni pada edisi 2013, 2015, dan 2019. Ia juga berhasil mengumandangkan lagu Indonesia Raya di panggung Asian Games 2014 Incheon.

Meski telah meraih hampir segalanya, panggung Olimpiade seolah menjadi misteri yang tak terpecahkan bagi pemain jebolan PB Djarum ini.

1. Ambisi Emas yang Kandas di Rio de Janeiro

Setalah sukses menyabet emas Asian Games 2014, fokus Ahsan sepenuhnya tertuju pada pesta olahraga terbesar di dunia. Dalam sebuah wawancara, ia secara terbuka mengungkapkan hasratnya untuk melengkapi koleksi medali dengan emas dari Olimpiade Rio 2016.

Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan. Foto PBSI

"Pastinya Olimpiade, saya ingin sekali bisa membawa pulang medali emas Olimpiade, semoga bisa tercapai di Rio nanti, doakan ya," ucapnya penuh harap kala itu, dikutip dari laman resmi PB Djarum, Minggu (8/3/2026).

Sayangnya, realita di lapangan justru berkata lain. Meski menyandang status sebagai juara dunia yang sangat diunggulkan, pasangan Ahsan/Hendra justru harus menelan pil pahit.

 

Hasil di luar nalar terjadi ketika Ahsan/Hendra secara mengejutkan terhenti jauh lebih awal, yakni gugur di babak fase grup. Kegagalan di Brasil tersebut menjadi salah satu momen paling menyesakkan dalam perjalanan karier profesional Ahsan.

2. Tiga Percobaan tanpa Podium

Sepanjang kariernya, Mohammad Ahsan tercatat telah berjuang dalam tiga edisi Olimpiade yang berbeda. Debutnya dimulai pada Olimpiade London 2012 saat berpasangan dengan Bona Septano. Langkah mereka kala itu terhenti di babak perempat final setelah takluk dari raksasa Korea Selatan, Jung Jae-sung/Lee Yong-dae, dalam dua gim langsung, 12-21 dan 16-21.

Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan foto aldhi

Setelah tragedi di Rio 2016, Ahsan kembali mencoba peruntungannya untuk terakhir kali di Olimpiade Tokyo 2020 (yang digelar 2021). Meski mampu menembus babak semifinal, keberuntungan belum berpihak padanya sehingga ia kembali gagal membawa pulang medali ke Tanah Air.

Kegagalan di tiga edisi berbeda ini menegaskan bahwa Olimpiade tetap menjadi kepingan yang hilang dalam perjalanan luar biasa seorang Mohammad Ahsan sebagai atlet profesional.

Topik Menarik