Riwayat Pendidikan Motjaba Khamenei, Putra Ali Khamenei yang Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru

Riwayat Pendidikan Motjaba Khamenei, Putra Ali Khamenei yang Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru

Gaya Hidup | okezone | Rabu, 11 Maret 2026 - 15:41
share

JAKARTA – Nama Mojtaba Khamenei menjadi sorotan dunia setelah ia ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Ulama berusia 56 tahun tersebut dipilih oleh Assembly of Experts atau Majelis Pakar Iran pada 8 Maret 2026.

Penunjukan Mojtaba terjadi tidak lama setelah ayahnya, Ali Khamenei, meninggal dunia akibat serangan udara yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026. Mojtaba dilaporkan selamat dari serangan tersebut.

Majelis Pakar yang terdiri dari 88 ulama dan pakar agama memiliki kewenangan konstitusional untuk menentukan pemimpin tertinggi Iran. Dengan pengangkatannya, Mojtaba menjadi pemimpin tertinggi ketiga sejak berdirinya Republik Islam Iran setelah Revolusi Iran 1979.

Lahir dari Keluarga Ulama Berpengaruh

Mojtaba Khamenei lahir pada 8 September 1969 di kota suci Mashhad, salah satu pusat keagamaan penting di Iran. Ia merupakan putra kedua dari Ayatollah Ali Khamenei yang memimpin Iran sejak 1989 hingga wafatnya pada 2026.

Keluarga Khamenei memiliki latar belakang religius yang kuat. Kakeknya, Sayyed Javad Khamenei, juga dikenal sebagai ulama berpengaruh di Iran. Lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia agama dan politik membuat Mojtaba sejak kecil berada di sekitar lingkar kekuasaan negara.

Dalam kehidupan pribadinya, Mojtaba menikah dengan Zahra Haddad-Adel, putri dari politikus konservatif Iran Gholam-Ali Haddad-Adel yang pernah menjabat sebagai ketua parlemen Iran.

Menempuh Pendidikan Agama di Qom

Seperti banyak ulama Iran lainnya, Mojtaba menjalani pendidikan agama di kota Qom, yang dikenal sebagai pusat pendidikan teologi Syiah di Iran. Di kota ini, ia mempelajari fikih Islam dan teologi di berbagai hauzah atau seminari agama.

Selama masa studinya, ia belajar di bawah bimbingan sejumlah ulama terkemuka, di antaranya:

  • Mahmoud Hashemi Shahroudi
  • Lotfollah Safi Golpaygani
  • Mohammad-Taqi Mesbah-Yazdi

Mesbah-Yazdi sendiri dikenal sebagai salah satu ideolog konservatif yang memiliki pengaruh besar dalam politik Republik Islam Iran.

Dalam perjalanan akademiknya, Mojtaba juga disebut pernah mengajar di seminari Qom, termasuk mengampu kelas tingkat lanjut yang dikenal sebagai dars-e kharej, yakni level tertinggi dalam pendidikan keagamaan di sistem hauzah.

Figur Berpengaruh yang Jarang Tampil di Publik

Meski berasal dari keluarga penguasa dan memiliki pengaruh besar, Mojtaba Khamenei dikenal sebagai sosok yang relatif tertutup dan jarang muncul di hadapan publik.

Ia tidak pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan Iran. Namun sejumlah analis menilai Mojtaba memiliki hubungan dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), lembaga militer yang sangat berpengaruh dalam struktur kekuasaan Iran.

Hubungan tersebut membuatnya dianggap sebagai salah satu tokoh penting di balik layar politik Iran selama bertahun-tahun.

Memimpin di Tengah Ketegangan Geopolitik

Penunjukan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Iran terjadi di tengah situasi geopolitik yang sangat tegang, khususnya setelah konflik militer yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Bahkan, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz sempat menyatakan bahwa siapa pun yang menggantikan Ali Khamenei berpotensi menjadi target serangan.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa Mojtaba Khamenei memulai masa kepemimpinannya di tengah tekanan politik dan keamanan yang cukup besar di kawasan Timur Tengah.

Topik Menarik