Penyebab Suriname Rekrut Mantan Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert sebagai Penasihat Teknis
PENYEBAB Suriname merekrut mantan pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert sebagai Penasihat Teknis akan diulas Okezone. Setelah tak lagi menangani Timnas Indonesia per Oktober 2025, Patrick Kluivert mendapatkan beberapa pekerjaan menjanjikan dalam beberapa bulan terakhir.
Setelah menjadi duta John Cruyff Foundation pada pertengahan Februari 2026, Patrick Kluivert kini ditunjuk Federasi Sepakbola Suriname (SVB) sebagai Penasihat Teknis. Patrick Kluivert tidak sendirian menjabat posisi tersebut. Ia akan didampingi pesepakbola legenda Belanda lain, Clarence Seedorf.
“Pengalaman, pengetahuan, dan perspektif global yang mereka punya (Patrick Kluivert dan Clarence Seedorf) bisa mendukung perkembangan sepakbola di Suriname," tulis akun Instagram Timnas Suriname, @officialnatio_.
1. Diminta Loloskan Timnas Suriname ke Piala Dunia 2026
CEO Timnas Suriname, Brian Tevreden, melempar harapan kepada duet Patrick Kluivert dan Clarence Seedorf. Ia berharap Patrick Kluivert dan Clarence Seedorf dapat membantu Timnas Suriname lolos Piala Dunia 2026.
“Sekarang adalah momen yang sempurna bagi Patrick Kluivert dan Clarence Seedorf untuk memulai perjalanan indah ini bersama Suriname,” kata Brian Tevreden.
“Bersama-sama kami terus bekerja menuju masa depan yang lebih kuat bagi sepakbola Suriname,” tegas Brian Tevreden.
2. Suriname 2 Langkah Menuju Piala Dunia 2026
Timnas Suriname akan main di playoff antarkonfederasi Piala Dunia 2026 pada 26 Maret 2026 di Meksiko. Sesuai jadwal, wakil CONCACAF itu akan menantang wakil CONMEBOL, Bolivia.
Tentu tak mudah bagi Suriname mengalahkan Bolivia. Sebab, Bolivia pernah menang 1-0 atas tim kuat Brasil di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan.
Sekalipun menang atas Bolivia, Suriname belum lolos Piala Dunia 2026. Suriname masih akan menantang Irak di semifinal playoff antarkonferasi Piala Dunia 2026 pada Selasa, 31 Maret 2026. Jika menang atas Irak, barulah Suriname lolos Piala Dunia 2026.










