Kisah Marc Marquez, Menolak Menua di Lintasan Balap seperti Valentino Rossi
KISAH Marc Marquez yang menolak menua di lintasan balap seperti Valentino Rossi menarik untuk dibahas. Ya, rider Ducati Lenovo itu dengan tegas tak mau menjadi seperti rivalnya tersebut yang tetap bersaing di ajang MotoGP hingga usia 40 tahun.
Saat ini, Marquez terus berusaha mengejar rekor gelar juara dunia MotoGP. Namun, ada satu pencapaian The Doctor –julukan Rossi– yang tampaknya tidak akan pernah disentul oleh rider asal Spanyol tersebut, yakni durasi karier yang mencapai usia kepala empat.
1. Bicara Ambisi
Dalam sebuah acara yang digelar oleh Estrella Galicia 0,0 baru-baru ini, pembalap pabrikan Ducati tersebut berbicara terbuka mengenai masa depannya. Di usianya yang menginjak 33 tahun dan memasuki musim ke-14 di kelas utama, Marquez sadar bahwa tubuhnya tidak lagi sama seperti saat ia memulai debutnya.
Meski Marquez berhasil menyamai total tujuh gelar juara kelas utama milik Rossi di usia yang lebih muda, perjalanan The Baby Alien dihantam badai cedera lengan serius sejak 2020 yang memaksanya naik meja operasi sebanyak empat kali.
Hal inilah yang menjadi pertimbangan besar bagi sang juara bertahan. Marquez merasa sulit untuk bisa terus balapan hingga mencapai usia 40 tahun seperti halnya Rossi.
"Saya berharap bisa memperpanjang karier selama mungkin, tapi saya juga sudah menjalani beberapa kali operasi. Jangan khawatir, saya tidak akan sampai membalap hingga usia 40 tahun," ungkap Marquez, dikutip dari Crash, Jumat (20/3/2026).
Pernyataan ini menegaskan bahwa Marquez lebih memilih kualitas performa di masa puncak daripada sekadar bertahan lama di lintasan tanpa kompetitif.
2. Nasib Sial di Thailand
Pernyataan Marquez mengenai pensiun dini ini muncul di tengah musim 2026 yang penuh gejolak. Setelah seri pembuka di Thailand, Marquez kini tertinggal 23 poin di papan klasemen akibat serangkaian insiden yang tidak menguntungkan.
Pada balapan di Sirkuit Buriram, Marquez kehilangan kemenangan Sprint Race secara kontroversial setelah dijatuhi penalti satu posisi akibat manuver agresif terhadap Pedro Acosta. Kesialannya berlanjut di balapan utama, saat tengah berjuang memperebutkan podium, roda belakang motornya mengalami kerusakan fatal setelah melindas kerb di Tikungan 4, yang memaksanya keluar dari balapan.
Kini, fokus Marquez tertuju pada MotoGP Brasil 2026 yang digelar akhir pekan ini, 20-23 Maret 2026. Ia harus membuktikan meski ia tidak berencana balapan hingga usia 40 tahun, api semangatnya untuk menambah koleksi gelar juara dunia masih menyala sangat terang.










