Respons Presiden FIFA Dengar Timnas Iran Tolak Mainkan Piala Dunia 2026 di AS
PRESIDEN FIFA, Gianni Infantino, akhirnya merespons penolakan Timnas Iran bermain di Amerika Serikat (AS) saat Piala Dunia 2026. Ia menegaskan, pihaknya tidak dapat menyelesaikan konflik geopolitik yang sedang terjadi.
Iran tengah terlibat konflik dengan aliansi Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hal itu berimbas pada Team Melli yang akan bermain di Piala Dunia 2026 pada musim panas.
Kebetulan, Timnas Iran diundi masuk Grup G bersama Timnas Belgia, Timnas Mesir, dan Timnas Selandia Baru. Mereka harus memainkan seluruh laga fase grup di Negeri Paman Sam.
1. Boikot AS, Bukan Piala Dunia
Tentu saja Iran keberatan dengan hal tersebut. Apalagi, Presiden AS Donald Trump menyatakan mau menerima kehadiran Mehdi Taremi dan kawan-kawan di negaranya tapi tidak menjamin soal keselamatan!
Presiden FFIRI Mehdi Taj menyatakan dengan tegas menolak bermain di AS. Mereka tidak memboikot Piala Dunia, melainkan hanya tidak mau memainkan pertandingan di negara tersebut.
"Kami akan memboikot Amerika, tetapi kami tidak akan memboikot Piala Dunia," kata Taj beberapa waktu lalu.
2. Jembatan Perdamaian
Hal itu jadi perhatian Infantino. Ia mengaku FIFA tak punya kekuatan untuk mengakhiri konflik geopolitik. Namun, pihaknya akan menggunakan sepakbola dan Piala Dunia sebagai jembatan perdamaian.
"Kami punya jadwal. Kami ingin Piala Dunia FIFA berjalan sesuai jadwal. FIFA tidak dapat menyelesaikan konflik geopolitik," ucap Infantino dalam pernyataannya, dikutip dari Daily Mail, pada Jumat (20/3/2026).
"(Tapi) kami berkomitmen untuk menggunakan kekuatan sepakbola dan Piala Dunia FIFA untuk membangun jembatan dan mempromosikan perdamaian karena pikiran kami bersama mereka yang menderita akibat perang yang sedang berlangsung,” tegas pria berpaspor Swiss itu.










