Marc Marquez Bongkar Satu-satunya Kelemahan Ducati GP26 Usai Gagal Menang di MotoGP Brasil 2026

Marc Marquez Bongkar Satu-satunya Kelemahan Ducati GP26 Usai Gagal Menang di MotoGP Brasil 2026

Olahraga | okezone | Selasa, 24 Maret 2026 - 18:48
share

RIO DE JANEIRO – Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez membongkar satu-satunya kelemahan Ducati GP26 usai gagal memenangkan balapan utama MotoGP Brasil 2026. Menurut Marquez, ia masih belum menemukan perasaan yang tepat terhadap motor GP26 di setiap awal balapan musim ini.

Seperti yang diketahui, sejatinya Marquez tampil luar biasa saat mengamankan kemenangan di sesi Sprint race MotoGP Brasil 2026. Namun, rider berjuluk The Baby Alien itu harus puas menyudahi balapan utama MotoGP Brasil 2026 di posisi kelima.

Sang juara bertahan mengakui bahwa dirinya masih kesulitan mengimbangi kecepatan duo Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, yang tampil dominan di Sirkuit Interlagos tersebut. Pada akhirnya, pembalap utama tim pabrikan Ducati ini finis empat detik di belakang Bezzecchi.

Marquez mengungkapkan bahwa masalah utama yang ia hadapi bukanlah soal kecepatan puncak (top speed), melainkan kesulitan menemukan ritme di fase awal balapan yang membuatnya kehilangan banyak waktu berharga.

1. Kendala Feeling di Lap-Lap Awal

Marquez menjelaskan bahwa separuh dari selisih waktunya dengan pemenang balapan terjadi karena kurangnya feeling pada motor Ducati GP26 saat memulai balapan. Hal ini diperparah ketika ia disalip oleh Fabio di Giannantonio dan Jorge Martin, yang membuatnya kehilangan jalur bersih untuk mengejar ketertinggalan.

Marc Marquez melaju di MotoGP Brasil 2026 (Foto: Facebook/MotoGP)

"Saya kehilangan (kecepatan) di lap-lap awal, hanya itu. Feeling-nya... saya tidak merasa nyaman, dan di sanalah saya perlu melakukan peningkatan," ujar Marc Marquez, dilansir dari Crash, Selasa (24/3/2026).

Marquez pun pada akhirnya tak bisa memaksakan diri. Sebab dirinya harus bermain aman demi menjaga kondisi ban hingga akhir balapan.

 

"Saya mencoba untuk tetap tenang dan tidak menekan terlalu keras agar ban tidak terlalu cepat aus. Saat berada di belakang Jorge dan Fabio, saya tidak pernah bisa cukup dekat untuk melakukan aksi salip yang nyaman, tapi ini terutama disebabkan oleh karakteristik lintasan," tambahnya.

2. Mengakui Keunggulan Aprilia

Walaupun sempat mencatatkan waktu terbaiknya tepat di lap terakhir, Marquez mengakui saat ini kombinasi antara pembalap dan motor di kubu Aprilia sedang berada di level yang sangat kompetitif. Marco Bezzecchi kini memimpin klasemen dengan keunggulan 22 poin dari Marquez yang berada di posisi kelima.

Menanggapi dominasi tim rival, pembalap asal Spanyol tersebut memberikan apresiasi yang jujur. Marquez melihat Aprilia memiliki paket lengkap yang sulit untuk ditandingi Ducati.

Marc Marquez vs Fabio Di Giannantonio di MotoGP Brasil 2026 (Foto: Facebook/MotoGP)

"Saya selalu melihat sebuah paket, pembalap ditambah motor. Bukan hanya pembalap, bukan hanya motor. Keduanya menyatu, dan saat ini mereka (Aprilia) tampil dengan cara yang sangat baik," sambung Marquez.

Menatap seri berikutnya di COTA (Circuit of the Americas), Austin, Amerika Serikat, Marquez menegaskan timnya memiliki beberapa area yang harus segera diperbaiki. Meskipun merasa akhir pekan di Brasil cukup positif secara keseluruhan, ia sadar Ducati perlu bangkit di MotoGP Amerika Serikat 2026 yang digelar pada 27-30 Maret 2026.

Topik Menarik