23,54 Juta Orang Mudik dengan Angkutan Umum di Lebaran 2026, Naik 10,8

23,54 Juta Orang Mudik dengan Angkutan Umum di Lebaran 2026, Naik 10,8

Ekonomi | okezone | Senin, 30 Maret 2026 - 12:24
share

JAKARTA — Penggunaan angkutan umum selama periode Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan tren positif. Jumlah penumpang meningkat signifikan, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi publik.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan selama periode 13–29 Maret 2026, total penumpang angkutan umum mencapai 23,54 juta orang. Angka tersebut naik 10,87 dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, peningkatan ini terjadi di seluruh moda transportasi. Angkutan jalan mengalami kenaikan sebesar 11,64, diikuti angkutan laut 9,86, angkutan udara 6,97, kereta api 10,13, serta angkutan penyeberangan yang mencatat kenaikan tertinggi sebesar 15,36.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam mendorong penggunaan transportasi publik mulai menunjukkan hasil. Berbagai program seperti mudik gratis, diskon tarif, serta peningkatan layanan dinilai berkontribusi terhadap lonjakan jumlah penumpang.

“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap angkutan umum semakin meningkat. Ke depan, tren ini harus terus kita jaga dan tingkatkan,” ujar Dudy dalam acara penutupan Posko Angkutan Lebaran 2026, Senin (30/3/2026).

Selain itu, peningkatan jumlah penumpang juga tidak terlepas dari upaya penguatan pengawasan dan kesiapan sarana prasarana. Kemenhub bersama pemangku kepentingan melakukan ramp check (ramcek), pengendalian operasional, serta pemantauan di berbagai simpul transportasi guna memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan.

 

Dudy menambahkan, peningkatan penggunaan angkutan umum diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, sehingga membantu menekan kepadatan lalu lintas, khususnya di jalur-jalur utama mudik.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah penumpang harus diimbangi dengan kualitas layanan yang memadai. Ketepatan waktu, kenyamanan, serta keselamatan tetap menjadi aspek utama yang harus dijaga oleh seluruh operator transportasi.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar layanan transportasi publik semakin andal dan menjadi pilihan utama masyarakat,” pungkasnya.

Topik Menarik