Ragunan Ternyata Pernah Jadi Milik Pelukis Raden Saleh, Begini Kisahnya!

Ragunan Ternyata Pernah Jadi Milik Pelukis Raden Saleh, Begini Kisahnya!

Terkini | okezone | Sabtu, 4 April 2026 - 02:06
share

JAKARTA - Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menyimpan kisah yang jarang diketahui publik. Cikal bakal kebun binatang tertua di Indonesia ini berawal dari lahan pribadi milik pelukis ternama, Raden Saleh. 

Humas Ragunan, Bambang Wahyudi, mengungkapkan bahwa pada tahun 1864, kebun binatang ini awalnya berdiri di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, dengan nama Planten en Dierentuin yang diambil dari bahasa Belanda. 

"Itu milik bangsawan ternama Indonesia, Bapak Raden Saleh. Beliau pelukis naturalis yang sangat menyukai objek satwa. Motivasi beliau adalah menjadikan satwa-satwa tersebut sebagai objek lukisannya di rumah pribadinya," kata Bambang kepada Okezone, di lokasi pada Jumat (3/4/2026). 

Saat itu, luas lahan peliharaan Raden Saleh hanya sekitar 10 hektar. Sang pelukis memelihara beberapa satwa kesayangannya, termasuk harimau yang sering menjadi subjek lukisan. 

Karena banyaknya masyarakat yang ingin melihat, akhirnya area tersebut dibuka untuk umum dengan nama Taman Raden Saleh. 

Selanjutnya pada tahun 1964, tepat 100 tahun setelah berdirinya, pengelolaan diserahkan ke Pemprov DKI Jakarta dan lokasi dipindahkan ke Ragunan dengan lahan yang jauh lebih luas. 

Kini, Ragunan telah berkembang dari 30 hektar menjadi 127 hektar dan menjadi kebun binatang terluas di Asia. 

 

Menariknya, Taman Margasatwa Ragunan masih menyimpan beberapa jenis koleksi satwa milik Raden Saleh.  Bahkan, usia satwa-satwa itu disinyalir mencapai lebih dari 50 tahun. 

"Masih ada beberapa memori yang tersimpan dari Cikini. Seperti Beruang Eropa itu masih hidup. Kemudian Gajah Sumatera, usianya sudah di atas 50 tahun. Ada juga simpanse," tutup Bambang.


Merujuk kondisi satwa tersebut yang sudah sangat tua, pengelola memutuskan untuk memberikan perawatan khusus kepada hewan-hewan ini sehingga tidak ditampilkan ke publik.

Topik Menarik