4 Fakta BBM Tidak Naik, Pertamina Tanggung Selisih Harga
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) akan menanggung selisih antara harga keekonomian dan harga jual eceran BBM nonsubsidi yang saat ini diputuskan tidak naik oleh pemerintah pada 1 April 2026. Harga BBM tidak naik di tengah lonjakan minyak dunia imbas perang AS-Iran.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kebijakan ini dapat dijalankan karena kondisi likuiditas Pertamina yang terjaga, menyusul percepatan pembayaran kompensasi dari pemerintah yang kini dilakukan secara rutin setiap bulan.
“Sementara sepertinya (ditanggung) Pertamina. Dia mampu karena sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar. Yang kompensasi kan sekarang kita bayar setiap bulan, 70 persen terus-terusan,” ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Rabu (1/4/2026).
Berikut ini Okezone rangkum Pertamina tanggung selisih harga BBM nonsubsidi, Jakarta, Senin (6/4/2026).
1. Pertamina Tanggung Selisih Harga BBM
Purbaya menilai beban selisih harga tersebut masih dalam batas kemampuan finansial Pertamina untuk jangka pendek. Sebagai gambaran, harga Pertamax (RON 92) di wilayah Jawa saat ini bertahan di angka Rp12.300 per liter. Padahal, jika merujuk pada estimasi harga keekonomian periode April 2026, nilainya diprediksi telah menembus Rp17.850 per liter.
Dengan selisih mencapai sekitar Rp5.500 per liter, pemerintah optimistis Pertamina tetap stabil berkat perbaikan mekanisme arus kas dari pos kompensasi negara.
“Jadi keuangan Pertamina juga amat baik. Jadi untuk jangka pendek, nggak masalah,” tambah Purbaya.
Terkait nasib SPBU swasta yang juga terdampak oleh kebijakan penahanan harga ini, Purbaya menyebutkan bahwa hal tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh kementerian teknis terkait untuk menemukan solusi yang tepat bagi seluruh pelaku industri hilir migas.
“Nanti mereka biar rapatkan dengan ESDM, saya nggak ngerti itu ESDM dan yang lain mungkin,” jelasnya.
Keputusan pemerintah untuk tidak mengerek harga BBM nonsubsidi ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global, meskipun Pertamina harus menjalankan peran sebagai penyangga beban fiskal sementara.
2. Subsidi Energi Bisa Tambah hingga Rp100 Triliun
Menurut Purbaya, keputusan tidak menaikan harga BBM pada 1 April 2026 akan meningkatkan anggaran subsidi energi Rp90 triliun hingga Rp100 triliun. Purbaya menegaskan bahwa angka tersebut merupakan murni tambahan untuk pos subsidi, di luar anggaran kompensasi yang memiliki hitungan terpisah.
“Rp90 triliun sampai Rp100 triliun, subsidi kan kompensasi lain lagi,” ujar Purbaya.
3. Purbaya Putar Otak
Untuk menutup kebutuhan tambahan tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah tidak akan mengandalkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai langkah utama.
Strategi yang diambil adalah melakukan penghematan besar-besaran pada belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) yang dinilai kurang prioritas.
“Ada penghematan sedikit-sedikit di sana sini. Kita melakukan penghematan tahap 1, tahap 2, tahap 3 di belanja kementerian lembaga yang tidak terlalu jelas. Dan kalau kepepet saya punya SAL sekarang naik Rp420 triliun,” jelas Purbaya.
Perang Iran Guncang Dunia: Negara Teluk Siap Tarik Dana Triliunan Dolar dari Ekonomi Global
Sebagai informasi, dalam APBN 2026, pemerintah awalnya mengalokasikan Rp210,1 triliun untuk subsidi energi (BBM, listrik, dan LPG 3 Kg). Dengan adanya tambahan ini, total beban subsidi akan meningkat signifikan demi menjaga daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga minyak global.
4. Pertamina Tak Naikkan Harga BBM
PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga mengikuti arahan kebijakan Pemerintah untuk tidak ada penyesuaian harga BBM subsidi dan nonsubsidi per 1 April 2026. Dengan demikian, harga BBM di SPBU Pertamina bulan April 2026 masih sama dengan harga di bulan Maret 2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga senantiasa melaksanakan kebijakan Pemerintah, termasuk dalam hal penetapan harga BBM. Di sisi lain, dilakukan juga berbagai upaya strategis seperti negosiasi dengan supplier dan optimalisasi distribusi untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga bagi masyarakat.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu panic buying," ujar Roberth di Jakarta.
IHSG Sesi I Anjlok 2,61 Persen ke 7.509
Harga BBM Pertamina
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar (subsidi): Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp12.300 per liter
- Pertamax Green: Rp12.900 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
- Dexlite: Rp14.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp14.500 per liter










