Erick Thohir Buka Peluang Piala Presiden 2026 Pakai Format Baru
JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menuturkan Piala Presiden 2026 sudah digodok. Turnamen pramusim itu kemungkinan akan memakai format baru.
Piala Presiden 2025 telah resmi berakhir dan menjadi penutup rangkaian turnamen pramusim edisi ketujuh. Ajang tersebut berlangsung pada 6-12 Juli 2025 dan ditutup di Jakarta pada Minggu 12 April 2026 malam WIB.
Penutupan turnamen itu turut dihadiri Ketua Steering Committee (SC), Maruarar Sirait. Sejumlah anggota Komite Eksekutif PSSI (Exco PSSI) turut meramaikan acara.
1. Piala Presiden 2026
Dalam kesempatan itu, Ara –sapaan akrabnya- sempat menyinggung peluang kembali digelarnya Piala Presiden pada 2026. Namun, seluruh format dan sistem edisi kedelapan turnamen pramusim tersebut akan menjadi tanggung jawab PSSI.
Erick merespons wacana tersebut dengan menyatakan pihaknya akan mengkaji lebih lanjut. Pembahasan mendalam terkait penyelenggaraan Piala Presiden 2026 dijadwalkan berlangsung pada Kamis 16 April 2026.
"Tadi Pak Ara (Maruarar Sirait) punya komitmen, dan untuk Piala Presiden yang kedelapan ini sedang kita godok lagi," kata Erick usai penutupan Piala Presiden 2025 di Jakarta, dikutip Selasa (14/4/2026).
2. Tanggung Jawab Bersama
Pria yang juga Menpora RI itu menegaskan penyelenggaraan Piala Presiden 2026 diharapkan menjadi tanggung jawab bersama. Ia menekankan pentingnya kontribusi pemerintah daerah, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota.
"Kami ingin juga mau semua gubernur, bupati harus berkontribusi ya, supaya sepakbola ini bisa terus bergelora. Tidak hanya tanggung jawab tadi PSSI, Bapak Presiden, Pak Ara, tetapi gubernur, bupati, walikota berkontribusi untuk nama besar daerahnya," kata Erick.
"Nanti seperti apa nanti kami diskusikan karena memang kami masih punya waktu 2-3 bulan ke depan. Mudah-mudahan dengan format ini juga nanti kami diskusikan lagi," sambungnya.
3. Klub Luar Negeri
Saat ditanya mengenai kemungkinan keikutsertaan klub luar negeri seperti edisi sebelumnya, Erick belum memberikan kepastian. Ia menyebut kalender kompetisi global tahun ini cukup padat, termasuk adanya Piala Dunia 2026.
DPR Desak Polisi Usut Tuntas Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Ancaman Nyata Demokrasi!
"Belum tahu karena memang kompleksitas tahun ini kan ada kejuaraan Piala Dunia dan klub-klub sendiri baru selesai pertandingan klub World Cup (Piala Dunia) kemarin," ucap Erick.
"Jadi ini yang mungkin juga perlu ada pertimbangan seperti apa. Tapi ini masih kami godok lah. Mungkin mudah-mudahan Kamis sudah ada formulanya," tutup pemilik Oxford United itu.
Sementara itu, Ara memberikan apresiasi terhadap konsistensi PSSI dalam menggelar Piala Presiden setiap tahun. Ia menilai keberhasilan edisi 2025 tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
Ara menegaskan kesuksesan turnamen merupakan hasil kerja kolektif berbagai elemen dalam ekosistem sepakbola nasional. Hal itu mencakup klub, manajer, pemain, media, sponsor, regulator, hingga dukungan pemerintah dan aparat keamanan.
"Ingat, dalam sepakbola tidak ada superman, yang ada super tim. Yaitu klub, manajer, pemain, media, sponsor, regulator, pemerintah daerah, TNI, dan Polri yang membantu keamanan. Dan semua itu menjadi satu kesatuan ekosistem yang terkontrol," jelas Maruarar.










