Viral Lagu 'Erika' HMT ITB, Pramono Akui Pernah Nyanyikan saat Kuliah

Viral Lagu 'Erika' HMT ITB, Pramono Akui Pernah Nyanyikan saat Kuliah

Terkini | okezone | Minggu, 19 April 2026 - 14:07
share

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut dirinya sempat menduduki kursi Ketua Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Bandung (HMT ITB). Ia pun mengaku pernah menyanyikan lagu berjudul 'Erika' yang belakang ini viral karena dinilai mengandung unsur cabul dan melecehkan perempuan.

Pengakuan tersebut disampaikan Pramono usai menghadiri acara halal bi halal bersama Ikatan Orang Tua mahasiswa ITB, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026). Pramono menambahkan saat menyaksikan lagu 'Erika' ia berperan sebagai pemain kecrekan. 

"Ketika menjadi mahasiswa ITB, saya memang menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Tambang yang sekarang lagunya lagi viral banget, yang judulnya 'Erika'. Terus terang waktu itu saya termasuk pemain kecimpring yang apa, ecrek-ecrek, jadi backing vokal," kata Pramono kepada wartawan, Minggu (19/4/2026).

"Kalau ditanya apakah pernah menyanyikan lagu Erika, saya jawab pernah. Tetapi, syair dan liriknya berbeda," sambungnya.

Pramono menjelaskan, dalam setiap acara HMT ITB, lagu erika Erika selalu dinyanyikan sebagai ekspresi perlawanan terhadap rezim. Setelah menyanyikan lagu tersebut, biasanya acara dilanjutkan dengan orasi yang menirukan suara presiden ke-2 RI, Soeharto.

"Karena pada waktu itu lagu Erika ini terkenal banget, dan itu bagian dari bentuk perlawanan mahasiswa ITB kepada rezim, sehingga ada selalu dalam pementasan, selalu ada seseorang yang berpidato memakai suara Pak Harto," kata dia. 

 

Dalam kesempatan itu, Pramono mengungkap alasan hadir dalam acara halal bi halal tersebut. Ia merasa terpanggil hadir lantaran dulunya merupakan penerima beasiswa dari Ikatan Orang Tua Mahasiswa ITB. 

"Saya adalah sebagai bukti orang yang dalam perjalanan ketika menempuh pendidikan di ITB, saya mendapatkan beasiswa pada waktu itu beasiswa dari Ikatan Orang Tua Mahasiswa ITB, sehingga saya bisa menyelesaikan kuliah di ITB di jurusan Teknik Pertambangan," pungkasnya.

Perlu diketahui, HMT ITB melalui website resminya telah menyampaikan permohonan maaf atas lagu Erika yang belakangan ini menimbulkan keresahan publik. HMT ITB memahami dan menyadari sensitivitas isu tersebut dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan.

Mengenai lagu tersebut, dijelaskan bahwa pembuatannya adalah Orkes Semi Dangdut (OSD) HMT ITB sejak era 1980-an. HMT ITB dengan tegas menyatakan bahwa tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun.

"Kami telah berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk segera menurunkan (take down) konten video, dan audio dari kanal resmi HMT-ITB serta penghapusan dari akun-akun individu yang terafiliasi, termasuk video tahun 2020 yang beredar di masyarakat," tulis keterangan HMT ITB.
 

Topik Menarik