Viral! Trump Disebut Nyaris Aktifkan Kode Nuklir ke Iran, Dihentikan Jenderal AS

Viral! Trump Disebut Nyaris Aktifkan Kode Nuklir ke Iran, Dihentikan Jenderal AS

Terkini | okezone | Kamis, 23 April 2026 - 13:48
share

JAKARTA - Klaim mengejutkan muncul terkait Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut sempat mencoba mengakses kode nuklir dalam sebuah pertemuan darurat di Gedung Putih. Namun, langkah tersebut dikabarkan dihentikan oleh seorang pejabat militer senior.

Informasi ini disampaikan mantan analis CIA, Larry Johnson, dalam program YouTube Judging Freedom. Ia mengungkapkan bahwa dalam rapat tersebut, Trump diduga ingin menggunakan kode nuklir.

"Salah satu laporan dari pertemuan di Gedung Putih menyebut Trump ingin menggunakan kode nuklir, dan Jenderal Dan Caine berdiri dan berkata ‘Tidak’," ujar Johnson seperti dilansir dari themirror, Kamis (23/4/2026).

Johnson menambahkan, bahwa insiden itu memicu pertengkaran sengit di ruang rapat. 

Meski demikian, tuduhan tersebut belum terverifikasi secara independen, dan belum jelas untuk tujuan apa kode nuklir itu hendak digunakan.

Klaim ini muncul di tengah laporan lain yang menyebut Trump sempat dikeluarkan dari Ruang Situasi oleh penasihat militer saat berlangsungnya misi penting terkait Iran. Ia disebut tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan karena kekhawatiran terhadap temperamennya yang dinilai mudah meledak.

 

Setelah insiden jatuhnya pesawat AS oleh pasukan Iran awal bulan ini, Trump juga dilaporkan berteriak kepada staf selama berjam-jam di Sayap Barat Gedung Putih.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran sendiri terus meningkat sejak 28 Februari, saat serangan udara gabungan AS-Israel menghantam sejumlah target strategis di Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan ke berbagai titik di Timur Tengah, termasuk berdampak pada jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.

Meski gencatan senjata sementara telah tercapai, situasi di kawasan masih belum stabil dan perundingan damai belum menunjukkan titik terang.

Ketua parlemen Iran, Mohammed Bagher Qalibaf, menegaskan negaranya tidak akan bernegosiasi di bawah tekanan. “Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman,” tulisnya di platform X.

Di tengah eskalasi ini, Iran diyakini memiliki kemampuan teknologi pengayaan uranium yang berpotensi mengarah pada pengembangan senjata nuklir, meski belum diakui secara resmi sebagai negara pemilik senjata nuklir.

Topik Menarik