Kisah Ferdinand Sinaga Pernah Ribut dengan Suporter Timnas Indonesia hingga Panjat Pagar Pembatas SUGBK
KISAH Ferdinand Sinaga yang pernah rebut dengan suporter Timnas Indonesia menarik untuk dibahas. Apalagi di momen tersebut, Ferdinan sampai memanjat pagar pembatas Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk menghampiri suporter Garuda yang mengejeknya.
Momen kemarahan Ferdinand itu terjadi pada laga uji coba antara Timnas Indonesia melawan ASEAN All Stars, pada 11 Mei 2014. Sebuah kemenangan tipis 1-0 untuk skuad Garuda harus tertutup oleh aksi kontroversial striker eksplosif, Ferdinand Sinaga.
Meski Timnas Indonesia menang lewat gol bunuh diri Safiq Rahim pada menit ke-13, atmosfer di tribun justru terasa panas bagi beberapa pemain. Ferdinand, yang masuk di babak kedua, menjadi sasaran cemoohan oknum suporter sepanjang laga. Hal ini dipicu oleh tensi rivalitas klub yang terbawa ke kancah internasional.
1. Aksi Nekat Mengejar Penonton di Tribun
Ketegangan memuncak sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Ferdinand, yang merasa tidak terima terus-menerus disoraki, kehilangan kesabarannya.
Pemain yang dikenal dengan julukan The Dragon ini melakukan aksi nekat dengan memanjat pagar pembatas SUGBK untuk menghampiri kerumunan suporter yang mengejeknya.
Sambil memanjat, Ferdinand berteriak menantang oknum yang menghinanya tersebut. "Ayo sini! Tadi mana yang sorak-sorakin," tantangnya dengan penuh emosi. Aksi ini mengejutkan banyak pihak, mengingat statusnya sebagai pemain profesional yang sedang membela panji negara.
Usai kejadian tersebut, Ferdinand enggan berkomentar dan hanya melintasi area mixed zone dengan raut wajah kesal.
2. Kekecewaan Alfred Riedl
Insiden memalukan ini mengundang keprihatinan dari rekan setimnya, Firman Utina. Firman menyayangkan sikap suporter yang menyuarakan sentimen klub saat Timnas Indonesia sedang berlaga.
Tidak hanya Ferdinand, pemain Persib Bandung lainnya seperti Hariono dan Supardi pun turut menjadi sasaran tekanan verbal dari tribun.
"Tidak seharusnya penonton melakukan hal-hal seperti itu. Kami ini datang ke SUGBK sebagai Timnas, bukan klub. Seharusnya, para penonton bisa lebih dewasa," ungkap Firman dengan tegas.
Pelatih Alfred Riedl pun berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, ia menilai tindakan Ferdinand memanjat pagar tidak bisa diterima, namun di sisi lain ia memahami tekanan mental yang dialami anak asuhnya.
Riedl akhirnya memilih untuk tidak menghukum Ferdinand secara resmi, meski ia mengakui sang pemain sempat kehilangan kepercayaan darinya. Pasca-insiden tersebut, Ferdinand mengaku kapok dan berjanji akan meredam sikap emosionalnya demi masa depan kariernya di sepak bola nasional.









