Skandal Passportgate Guncang Liga Belanda: 133 Laga Terancam Batal Akibat Status Pemain Timnas Indonesia

Skandal Passportgate Guncang Liga Belanda: 133 Laga Terancam Batal Akibat Status Pemain Timnas Indonesia

Terkini | okezone | Minggu, 3 Mei 2026 - 10:13
share

SEBUAH krisis identitas dan hukum yang dijuluki sebagai "Passportgate" kini mengancam validitas ratusan pertandingan di kasta tertinggi (Eredivisie) maupun kasta kedua (Eerste Divisie) di Liga Belanda. Pemicunya adalah kebingungan massal mengenai status kewarganegaraan para pemain yang memilih membela tim nasional negara asal mereka, termasuk Timnas Indonesia, Suriname, dan Tanjung Verde.

Krisis ini mencuat setelah terungkap sejura 25 pemain yang lahir dan besar di Belanda secara otomatis kehilangan paspor Uni Eropa mereka saat mengambil kewarganegaraan negara lain. Tanpa paspor Belanda, para pemain ini secara hukum berstatus pemain asing non-Uni Eropa yang wajib memiliki izin kerja khusus, sesuatu yang selama ini terabaikan oleh banyak klub.

1. Awal Mula Masalah

Api skandal ini mulai berkobar dari sebuah obrolan di podcast populer De Derde Helft. Seorang pengamat hukum olahraga menyebut kemenangan 6-0 Go Ahead Eagles atas NAC Breda pada Maret lalu bisa dianulir.

Alasannya, bek kiri Go Ahead, Dean James, dianggap sebagai pemain ilegal setelah ia resmi memilih membela Timnas Indonesia pada Maret 2025. Berdasarkan hukum sipil Belanda, seseorang kehilangan kewarganegaraannya secara otomatis jika secara sukarela mengakuisisi kewarganegaraan lain.

Dalam kasus Indonesia, yang tidak mengenal kewarganegaraan ganda, James secara teknis menjadi warga negara asing sepenuhnya. Agar tetap bisa bermain di Belanda, klub wajib mengajukan izin kerja dengan standar gaji minimal yang cukup tinggi, sekira 608.000 euro per tahun untuk pemain di atas 21 tahun.

Justin Hubner. (Foto: Instagram/fortuna.sittard)

NAC Breda kemudian membawa temuan ini ke jalur hukum. Langkah ini segera diikuti oleh klub lain seperti TOP Oss yang mempertanyakan keabsahan pemain Indonesia lainnya, Nathan Tjoe-A-On di Willem II.

Hingga kini, setidaknya 11 pemain Eredivisie dari berbagai negara seperti Suriname, Tanjung Verde, hingga Togo berada di bawah penyelidikan ketat terkait dokumen imigrasi mereka.

 

2. Ancaman Penjadwalan Ulang 133 Pertandingan

Menurut laporan dari ESPN, Minggu (3/5/2026), dampak dari "Passportgate" ini bukan sekadar urusan denda administratif. Jika pengadilan di Utrecht mengabulkan gugatan NAC Breda pada keputusan yang akan dirilis Senin 4 Mei 2026 mendatang, Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) harus menghadapi mimpi buruk.

KNVB memperingatkan bahwa terdapat potensi 133 pertandingan yang melibatkan pemain-pemain bermasalah ini harus diulang atau dianulir. Marianne van Leeuwen, Presiden KNVB, menyatakan kekhawatirannya akan terjadinya kerusuhan jika kompetisi harus dirombak di sisa jadwal yang hampir habis.

Nathan Tjoe-A-On. (Foto: Instagram/willemii)

Meski PSV Eindhoven sudah mengamankan gelar juara Liga Belanda 2025-2026, perubahan poin akibat pembatalan laga akan mengacak-acak zona degradasi dan perebutan tiket kompetisi Eropa.

Di sisi lain, para pemain merasa menjadi korban dari kurangnya edukasi hukum. Tim Geypens, bek sayap FC Emmen yang membela Timnas Indonesia, mengakui kesalahannya karena tidak meneliti aturan lebih dalam.

Sementara pemain senior seperti Tjaronn Chery (Suriname) sempat harus absen bertanding selama lima hari demi mengurus stempel darurat dari dinas imigrasi agar bisa kembali merumput. Saat ini, seluruh pemangku kepentingan sepak bola Belanda sedang menanti dengan cemas keputusan hakim yang bisa mengubah jalannya sejarah kompetisi musim ini.

Topik Menarik