BEM PNJ Minta Kampus Transparan soal Kasus Mahasiswa Ciuman dengan Sesama Jenis
JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) meminta pihak kampus bersikap transparan dalam menangani kasus mahasiswa yang diduga berciuman dengan sesama jenis di lingkungan kampus. Kasus yang viral di media sosial itu dinilai perlu diselesaikan sesuai aturan yang berlaku dengan tetap menjunjung prinsip keadilan.
"Menanggapi isu yang sedang terjadi dan berkembang di lingkungan kampus, BEM PNJ menegaskan bahwa setiap bentuk pelanggaran terhadap norma, tata tertib, kode etik, dan ketentuan yang berlaku di lingkungan kampus harus disikapi secara serius dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku," tulis Ketua Umum BEM PNJ 2026, Muhammad Farrel Adyatma Izaaz, dalam keterangan tertulis.
Minta Kampus Transparan
Menurutnya, fokus utama dalam menyikapi persoalan ini adalah tindakan dan perilaku yang dilakukan, bukan asumsi, opini, maupun identitas pribadi seseorang. Karena itu, apabila ditemukan tindakan yang mengarah pada perbuatan asusila di ruang publik, pelecehan, perundungan, atau bentuk pelanggaran lainnya, maka hal tersebut harus ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.
"BEM PNJ mengajak seluruh mahasiswa untuk mengawal proses penanganan kasus ini serta menuntut transparansi dari pihak institusi demi terciptanya preseden penegakan aturan yang tegas dan adil," imbuhnya.
BEM PNJ juga mengajak seluruh civitas akademika untuk senantiasa menjaga etika, norma, dan ketertiban dalam kehidupan kampus, serta bersama-sama menciptakan lingkungan akademik yang kondusif, aman, dan bermartabat.
Untuk diketahui, berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @depokuntuksemua, kejadian tersebut disebut terjadi di area perpustakaan Politeknik Negeri Jakarta. Dalam video itu, tampak sejumlah mahasiswa dan dosen berkumpul untuk meminta klarifikasi terkait dugaan tindakan yang dilakukan kedua mahasiswa tersebut.
Video yang beredar memperlihatkan suasana pertemuan yang berlangsung di salah satu ruangan kampus. Kedua mahasiswa yang diduga terlibat terlihat dimintai keterangan di hadapan sejumlah pihak kampus dan mahasiswa lainnya. Hingga kini, pihak kampus masih melakukan penanganan internal dan belum mengumumkan keputusan akhir terkait kasus tersebut.










