Antam (ANTM) Bagikan Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun hingga Ganti Direksi-Komisaris
JAKARTA - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) atau Antam memutuskan pembagian dividen sebesar Rp5,04 triliun. Dividen ini 70 dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Keputusan ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Antam. Sementara sebesar Rp2,16 triliun atau 30 ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha penguatan fundamental bisnis serta pelaksanaan berbagai proyek strategis Perseroan ke depan.
Direktur Utama Antam Untung Budiharto menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan Perseroan. Di tengah dinamika pasar global dan tantangan industri, Antam berhasil mencatatkan kinerja operasional dan keuangan terbaik sepanjang sejarah Perseroan.
"Capaian ini mencerminkan kuatnya fundamental bisnis, efektivitas strategi yang dijalankan secara disiplin, serta komitmen seluruh insan Antam dalam mengoptimalkan potensi sumber daya mineral nasional untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Untung di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Pada tahun 2025, Antam membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun, meningkat 22 dibandingkan tahun sebelumnya.
Antam juga mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun, tumbuh 106 dibandingkan capaian tahun 2024. Pencapaian tersebut diraih di tengah tantangan global yang ditandai komoditas, dan ketidakpastian makroekonomi oleh volatilitas harga.
Dalam RUPS tersebut, pemegang saham juga menyetujui rencana perseroan untuk menerima penugasan khusus dari pemerintah dalam mempercepat program hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.
Penugasan tersebut mencakup pengembangan ekosistem baterai terintegrasi berbasis nikel dari hulu hingga hilir, yang meliputi kegiatan pertambangan, pembangunan pabrik RKEF/RKSBF, fasilitas HPAL, refinery, prekursor, katoda, battery cell, hingga fasilitas battery recycling.
Penugasan tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama antara Antam dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) bersama HYD Investment Limited, konsorsium yang terdiri dari Zhejiang Huayou Cobalt Co Ltd, EVE Energy Co Ltd, dan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.
"Sejalan dengan agenda pembangunan nasional, Antam akan terus memperkuat pengembangan bisnis berbasis hilirisasi dan integrasi rantai nilai mineral," tutur Untung.
RUPST 2025 juga menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan. Pemegang saham menyetujui pengangkatan Aryanto Wibowo sebagai komisaris, I Dewa Wirantaya sebagai Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir dan Arini Kasmira sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
Sementara itu, terdapat pengalihan tugas anggota direksi perseroan dari Direktur Operasi dan Produksi menjadi Direktur Pengelolaan Sumber Daya Mineral yang dijabat oleh Hartono.
Kemudian Ratih Dewi Handajani yang semula Direktur Sumber Daya Manusia menjadi Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi serta Handi Sutanto yang semula Direktur Komersial menjadi Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial.
Dengan demikian, Susunan Dewan Komisarsi dan Direksi Antam adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris Antam
Komisaris Utama: Irwandy Arif
Komisaris: Elen Setiadi
Komisaris Independen: Ridwan
Komisaris: Rudy Sufahriadi
Komisaris: Aryanto Wibowo
Komisaris Independen: Pius Lustrilanang
Direksi Antam
Direktur Utama: Untung Budiharto
Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir: I Dewa Bagus Sugata Wirantaya
Direktur Pengelolaan Sumber Daya Mineral: Hartono
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arini Kasmira
Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi: Ratih Dewihandajani Lindawardhani Amri
Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha dan Komersial: Handi Sutanto









